Awalnya aku pikir aplikasi wallet cuma buat gaya-gayaan…Ternyata jadi penyelamat keuangan rumah tangga banget loh! Apalagi buat yang masih lajang juga bermanfaat banget biar pengeluaran kalian lebih terkontrol.
Sebagai IRT, ngatur uang belanja tuh kayak main puzzle kalo salah satu potongannya ilang, bisa-bisa akhir bulan makan mie doang 😂.
Sampai akhirnya aku kenal aplikasi WalletApp. Dan ini bukan ngiklanin ya, tapi real pengalaman pribadi.
✨ Kenapa ini cocok banget buat IRT kayak aku?
• Mudah banget dipakai, tampilannya simpel, gak bikin mumet
• Bisa catat pemasukan & pengeluaran harian, bahkan recehan pun!
• Ada fitur pengingat bayar tagihan, jadi gak perlu nyatet di kertas lagi
• Punya fitur kategori belanja yang super detail, jadi tahu bocornya duit di mana
• Bisa set budget bulanan biar gak jebol sebelum tanggal tua
📌 Yang paling aku suka: Bisa lihat laporan keuangan dengan grafik yang enak dipahami, mulai dari grafik bulanan maupun tahunan kayak kamu lagi buka story Instagram tapi isinya duit 😆
TIPS BUAT KAMU YANG MAU COBA:
Pakai dari sekarang walaupun belum jadi IRT! Kebiasaan ngatur uang itu bukan soal usia tapi soal survival.
Ceritain juga dong pengalaman kalian ngatur uang di rumah, pernah bocor gak sih anggarannya? Atau ada aplikasi keuangan favorit juga? Comment dibawah ya 🫶🏻
... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku tipe yang nyatet pengeluaran di buku catatan terus sering banget kelewat atau lupa totalnya berapa. Setelah pakai aplikasi keuangan di HP, rasanya lebih rapi dan kebaca jelas. Buat kamu yang masih bingung cara mencatat pengeluaran dan pemasukan di HP, aku share langkah yang biasa kulakuin ya.
Pertama, tentuin dulu aplikasi keuangan yang mau dipakai. Di HP-ku aku pakai WalletApp, tapi prinsipnya hampir sama dengan aplikasi keuangan lain. Begitu selesai install, aku langsung bikin beberapa akun, misalnya: dompet tunai, rekening bank, dan e-wallet. Ini penting supaya setiap transaksi bisa dicatat dari sumber yang tepat.
Setiap kali ada pemasukan, entah itu gaji, uang jajan dari pasangan, atau penghasilan sampingan, aku langsung buka HP dan pilih menu "pemasukan". Di sana biasanya ada pilihan kategori, misalnya gaji utama, bonus, atau income lain-lain. Aku tulis jumlahnya, pilih tanggal dan waktu, lalu simpan. Kebiasaan catat pemasukan ini bikin aku sadar sebenarnya uang yang masuk tiap bulan itu berapa, bukan sekadar feeling aja.
Untuk pengeluaran, aku lebih disiplin lagi. Di WalletApp ada kategori pengeluaran yang lumayan detail, mulai dari makanan & minuman, laundry, perumahan, transportasi, kendaraan, hiburan, sampai komunikasi. Misal hari itu aku belanja kebutuhan pokok di minimarket, aku pilih kategori makanan & minuman, tulis nominalnya, pilih akun yang dipakai (contoh: e-wallet) lalu save. Kalau makan di restoran, aku pisahin juga, jadi nanti di laporan keuangan kelihatan mana yang kebutuhan pokok, mana yang lifestyle.
Supaya gak lupa, aku punya kebiasaan khusus: setiap habis transaksi dan pegang struk, langsung foto atau catat di HP. Kalau sedang sibuk, malamnya sebelum tidur aku sempetin 5–10 menit buat input semua pengeluaran hari itu. Lama-lama jadi kebiasaan, kayak scroll sosmed tapi ini versi keuangan.
Fitur grafik di aplikasi ini juga ngebantu banget. Dari tampilan grafik lingkaran dan batang, kelihatan total pengeluaran bulanan, misalnya Rp 4.134.310,00 atau ringkasan 30 hari terakhir yang kadang bikin aku kaget sendiri. Kalau tiba-tiba ada peningkatan 6% dari bulan sebelumnya, aku jadi refleksi: oh, ternyata bocor di restoran atau hiburan.
Selain itu, aku juga pasang budget bulanan untuk kategori tertentu. Misalnya, budget makan di luar cuma sekian, laundry sekian, komunikasi (internet & pulsa) sekian. Begitu mendekati limit, aplikasi ngasih warning kecil, jadi aku bisa rem sebelum tanggal tua.
Kelebihan mencatat pengeluaran dan pemasukan di HP dibanding di buku adalah semuanya selalu ke-backup dan bisa dicek kapan aja. Saat lagi di luar rumah pun, kalau tiba-tiba kepikiran "bulan lalu aku habis berapa sih buat transport?", tinggal buka aplikasi dan lihat riwayat transaksi.
Menurutku, kunci sukses ngatur keuangan cuma dari HP itu di konsistensi. Bukan harus perfect setiap hari, tapi usahakan jangan biarin lebih dari 2 hari tanpa update transaksi. Begitu bolong, nanti angka jadi gak akurat lagi. Jadi kalau kamu baru mau mulai, gak perlu alat canggih kok, cukup HP dan niat buat mencatat pengeluaran dan pemasukan dengan jujur.
Kalau kamu punya cara lain atau aplikasi favorit selain WalletApp, boleh banget share. Siapa tahu ada fitur yang lebih cocok sama gaya hidupmu, yang penting tujuannya sama: keuangan lebih rapi, pengeluaran lebih terkontrol, dan gak panik lagi tiap akhir bulan.