... Baca selengkapnyaSebagai orang yang suka banget dengar gondang di acara adat Batak Toba, aku sering penasaran: sebenarnya nama dan fungsi tiap alat musik itu apa saja sih? Awalnya aku cuma tahu ogung dan hasapi, tapi setelah sering lihat latihan gondang, baru kebuka mata kalau satu set musik tradisional Batak Toba itu kompleks banget.
Biasanya dalam satu ensambel gondang Batak Toba ada beberapa jenis alat musik tiup, pukul, dan petik. Untuk alat musik tiup (alat musik tiup Batak), yang paling sering dipakai adalah sarune dan sulim. Sarune bolon dan sarune kale bentuknya mirip serunai, terbuat dari kayu dengan 5 lubang nada. Cara mainnya pakai teknik circular breathing, jadi tiupannya bisa panjang terus tanpa putus. Sarune ini biasanya jadi pemimpin melodi, suaranya nyaring dan kuat, cocok mengiringi tarian tor-tor.
Selain sarune, ada juga sulim Batak atau sulim Toba. Bentuknya seperti seruling bambu, ada ukiran gorga di badannya, ukurannya sedang. Nada yang bisa dihasilkan biasanya di kisaran E, F, F#/Gb, G, sampai G#/Ab. Suara sulim ini lebih lembut dibanding sarune, sering dipakai untuk lagu-lagu sedih atau bagian musik yang lebih tenang. Waktu pertama kali dengar sulim dimainkan solo, rasanya merinding karena nuansanya dalam banget.
Ada lagi tulila, seruling kecil yang katanya suaranya mirip kicauan burung. Tulila ini dipakai dalam upacara adat tertentu dan juga untuk lagu-lagu pujian atau penyembahan. Bentuk lubangnya bisa beda-beda, sehingga tiap tulila punya karakter suara sendiri. Kalau lagi latihan gondang, tulila kadang dipakai buat variasi melodi yang manis di atas ritme ogung.
Untuk alat musik petik, yang paling khas adalah hapetan atau hasapi Batak Toba. Bentuknya mirip kecapi kecil, terbuat dari kayu johar atau nangka dengan lubang resonator di badan dan leher tanpa fret. Senarnya biasanya dua, dan disetem manual. Hasapi ini jadi pengisi harmoni, ritmenya lembut tapi penting banget untuk membangun suasana musik tradisional Batak.
Masuk ke alat musik pukul, ada garantung Batak yang bentuknya seperti gambang atau xylophone dari bilah-bilah kayu. Garantung dimainkan dengan pemukul kecil dan menghasilkan pola ritme yang membuat musik gondang terasa hidup. Setiap bilah kayu sudah diatur nadanya, jadi pemain garantung harus hafal pola dan hitungan.
Lalu ada ogung, yaitu seperangkat gong tradisional yang digantung di rangka kayu berukir. Biasanya terdiri dari dua gong besar dan dua gong lebih kecil. Ogung ini adalah tulang punggung ritme gondang Batak, pola pukulannya mengatur dinamika tarian dan jalannya upacara. Kalau ogung mulai dipukul, suasana langsung berubah jadi sangat sakral.
Terakhir, jangan lupa hesek, alat musik pukul sederhana berupa lempengan logam kecil mirip simbal mini. Hesek dimainkan dengan dipukul pakai stik kayu, bunyinya "cek-cek" yang rapat. Walaupun terlihat sepele, hesek ini yang mengisi ketukan halus di antara pukulan ogung dan garantung, bikin musik terasa lebih padat.
Kalau kamu lagi belajar tentang alat musik tradisional Batak Toba atau lagi nyusun tugas sekolah tentang 10 alat musik Batak Toba, set ini biasanya yang sering disebut: sarune bolon, sarune kale, sulim Batak Toba, tulila, hasapi/hapetan, garantung, ogung, hesek, plus beberapa variasi gong dan alat ritmis lain. Menurutku, cara paling enak memahami fungsinya adalah langsung nonton gondang di acara adat atau cari video latihan gondang Batak, sambil perhatiin suara tiap alat satu per satu.
Dengan kenal nama dan suara alat musik gondang Batak ini, kita jadi lebih menghargai kekayaan musik tradisional Batak Toba dan bisa jelasin ke orang lain kalau ditanya: "Itu suara apa ya yang bikin bulu kuduk berdiri pas gondang mulai?"