2025/9/25 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMazmur 145:17 bilang, “TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.” Buat aku, ayat ini jadi pegangan kuat setiap hari, semacam semangat pagi yang mengingatkan bahwa keadilan dan kesetiaan bukan cuma teori, tapi harus kelihatan nyata dalam hidup. Waktu pertama kali merenungkan Mazmur 145:17, aku merasa seperti Tuhan lagi ngajak bercermin. Kalau Tuhan selalu adil dan penuh kasih setia, berarti sebagai anak-Nya aku dipanggil untuk belajar punya karakter yang sama. Di situ aku sadar, keadilan itu bukan hanya soal hukum atau hal-hal besar, tapi juga hal sederhana: tidak curang, tidak memanfaatkan orang lain, menghargai hak orang lain, bahkan dalam hal kecil seperti antre, kerja tim, atau urusan di keluarga. Kesetiaan juga begitu. “Harus jadi bagian kita” buat aku artinya setia dalam komitmen sehari-hari: setia sama janji, sama tanggung jawab, sama pelayanan, bahkan setia dalam hubungan dengan Tuhan lewat doa dan renungan harian. Ada banyak momen di mana rasanya mau menyerah atau malas, tapi Mazmur 145:17 mengingatkan bahwa Tuhan sendiri penuh kasih setia, bahkan ketika aku tidak setia. Itu bikin aku malu sekaligus dikuatkan. Dalam pengalaman pribadi, aku pernah ada di titik bingung karena merasa diperlakukan tidak adil. Tapi waktu kembali baca Mazmur 145:17, aku teringat bahwa keadilan Tuhan sering kali tidak langsung kelihatan saat itu juga. Kadang jawabannya baru tampak setelah beberapa waktu. Dari situ aku belajar untuk tidak buru-buru menghakimi keadaan, tapi percaya bahwa segala jalan-Nya tetap adil, meski aku belum mengerti sekarang. Ayat ini juga relevan banget buat kehidupan sosial dan kota tempat kita tinggal, entah itu di Manado atau di mana pun. Di tengah berita tentang ketidakadilan, korupsi, dan egoisnya manusia, Mazmur 145:17 jadi pengingat bahwa standar keadilan dan kesetiaan itu datang dari Tuhan. Kalau keadilan dan kesetiaan benar-benar jadi bagian kita, dampaknya bisa terasa sampai ke keluarga, komunitas, bahkan masyarakat luas. Renungan harian tentang Mazmur 145:17 bisa kita jadikan kebiasaan. Misalnya, setiap pagi sebelum mulai aktivitas, luangkan waktu beberapa menit untuk mengulang ayat ini, lalu tanya diri sendiri: hari ini, di bagian mana aku bisa mempraktikkan keadilan dan kesetiaan? Bisa dalam cara berbicara, cara bekerja, cara melayani, atau cara memperlakukan semua orang tanpa pandang bulu. Buat yang mungkin lagi merasa hidupnya tidak adil, ayat ini juga membawa penghiburan. Tuhan melihat, Tuhan peduli, dan Tuhan bertindak dengan keadilan dan kasih setia. Kadang jawaban-Nya bukan sesuai rencana kita, tapi tetap yang terbaik. Di situ, tugas kita adalah tetap setia, tetap jaga hati, dan terus percaya bahwa keadilan dan kesetiaan Tuhan tidak pernah gagal. Jadi, waktu kita bilang "Keadilan dan Kesetiaan Harus Jadi Bagian Kita", itu bukan slogan, tapi ajakan untuk mencerminkan karakter Tuhan dalam keseharian. Mazmur 145:17 bisa jadi tema renungan harian yang pelan-pelan mengubah cara kita melihat diri, orang lain, dan Tuhan yang selalu adil dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.