69 Emas buat Indonesia, tapi apa yg Indonesia berikan buat dia?
Indonesia sering bangga saat lagu kebangsaan berkumandang di podium…
tapi lupa menghargai para pejuang olahraga setelah sorotan lampu padam. 💔
Selamat jalan Benson, legenda dayung Kalimantan Tengah.
Sosok yang pernah membawa nama Indonesia hingga SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade kini telah berpulang.
69 medali emas, 2 perak, 2 perunggu.
Puluhan tahun mengabdi untuk daerah dan bangsa.
Namun yang membuat hati banyak orang tersentuh… keluarga menyebut belum ada penghormatan ataupun perhatian dari pihak pemerintah saat beliau dimakamkan.
Lebih menyayat lagi, beliau wafat hanya 49 hari setelah sang istri tercinta pergi lebih dulu. 🥀
Kadang pahlawan olahraga baru benar-benar dikenang setelah mereka tiada.
Terima kasih atas perjuanganmu, legenda.
Namamu akan selalu hidup di lintasan dayung Indonesia. 🇮🇩
Pengabdian Benson selama puluhan tahun sebagai atlet dayung memang luar biasa dan memberikan kebanggaan bagi Indonesia, terutama bagi Kalimantan Tengah. Namun, kisah pilu keluarganya yang merasa kurang mendapat penghormatan saat kepergian Benson menimbulkan refleksi mendalam bagi kita semua. Pengalaman saya mengikuti perkembangan olahraga di Indonesia sering kali menemukan fenomena serupa, di mana para pahlawan olahraga hanya dikenal atau dihargai saat mereka sukses di podium, namun perhatian berkurang drastis ketika mereka sudah tidak berada di sorotan media. Padahal, dedikasi dan kerja keras dalam membangun prestasi olahraga lebih dari sekadar memenangkan medali. Kisah Benson yang telah menyumbangkan 69 emas, 2 perak, dan 2 perunggu di berbagai ajang besar seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade, menggambarkan betapa besarnya kontribusi yang ia berikan. Namun, ironisnya saat beliau meninggal, tidak ada pejabat yang datang memberi penghormatan. Ini bukan hanya kehilangan seorang atlet, tapi kehilangan simbol perjuangan olahraga Indonesia yang harusnya menjadi perhatian pemerintah sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan. Dari pengalaman saya menghadiri beberapa acara olahraga dan peringatan atlet, penghormatan serta dukungan kepada atlet dan pahlawan olahraga yang sudah pensiun atau meninggal dunia belum menjadi prioritas. Padahal mengenang dan merawat sejarah prestasi juga sangat penting supaya generasi muda bisa termotivasi dan memahami arti pengorbanan mereka. Semangat dan jasa Benson harus terus dikenang bukan hanya di lintasan dayung, tapi juga di hati masyarakat Indonesia. Semoga cerita seperti ini dapat mendorong pemerintah dan institusi terkait agar lebih peduli dan memberikan penghormatan layak kepada para pahlawan olahraga Indonesia, tidak hanya saat mereka berjaya tetapi juga ketika mereka sudah tidak ada lagi. Kita semua bisa berperan dengan cara mengingat dan menghargai perjuangan para atlet melalui dukungan aktif dalam komunitas olahraga, berbagi cerita hingga memastikan mereka mendapat pengakuan layak selama dan sesudah masa karier mereka.
Lihat komentar lainnya