Self love and productive💫💗
self love itu penting buat diri sendiri agar tangki cinta kita cukup dan ga perlu menunggu harus di isi tangki cinta dari orang lain. bagaimana caranya?
🎀sayangi diri, jangan sakiti dia
🎀kalo jelekin diri sendiri minta maaf, dan ubah jadi afirmasi positif setiap hari, for example : aku baik, aku cantik, aku mandiri, aku happy, kata kata positif yang di ulang terus akan membuat kita percaya diri dan terus menyayangi diri
🎀buat batasan/boundaries katakan iya/tidak, suka/tidak suka
🎀self reward : jika orang lain ga ngusahain , usahain sendiri beli apa apa sendiri , ke mall jajan, pastikan kita independent woman dalam finacial agar bisa terpenuhi apa yg kita inginkan
"kita ga bisa mengontrol isi pikiran atau tindakan orang lain ke kita bahkan memprediksinya, so kontrol diri sendiri dari hal hal yang ga di suka, stop jadi people pleasure"
Mengembangkan self love bukan hanya soal mencintai diri sendiri, tetapi juga tentang bagaimana kita merawat kesehatan mental dan emosional agar bisa tetap produktif dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pengalaman yang saya rasakan sangat membantu adalah rutin melakukan afirmasi positif setiap pagi. Misalnya, saya selalu mengulang kalimat seperti "Aku cukup," "Aku layak dicintai," dan "Aku mampu menghadapi tantangan." Kalimat-kalimat ini awalnya terasa sederhana, tapi jika dilakukan konsisten, dapat memperbaiki cara pandang kita terhadap diri sendiri. Selain itu, menetapkan batasan atau boundaries adalah hal yang tak kalah penting. Saya belajar untuk tegas berkata tidak pada hal-hal yang saya rasa membebani atau mengganggu kesehatan mental saya. Misalnya, menolak undangan yang membuat saya stres atau menetapkan waktu khusus untuk istirahat tanpa gangguan pekerjaan. Hal ini membantu saya menjaga energi positif tetap fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Self reward juga merupakan cara ampuh untuk meningkatkan rasa cinta pada diri sendiri. Saya biasanya memberi hadiah kecil seperti membeli buku favorit atau jalan-jalan ke tempat yang saya sukai setelah berhasil menyelesaikan target mingguan. Dengan demikian, saya merasa dihargai dan termotivasi untuk terus produktif tanpa harus bergantung kepada orang lain. Satu hal yang saya pegang teguh adalah memahami bahwa kita tidak bisa mengontrol pikiran atau tindakan orang lain. Oleh karena itu, fokus pada diri sendiri sangat penting agar tidak menjadi people pleaser yang melelahkan. Di saat sulit, saya mengingatkan diri bahwa memiliki hari buruk itu wajar, membuat kesalahan itu manusiawi, dan kemunduran bukan kegagalan. Hal tersebut membantu saya untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri dan terus bangkit perlahan. Kesimpulannya, self love adalah pondasi kuat yang mendukung produktivitas dan kebahagiaan. Dengan mengasihi diri sendiri, menetapkan batasan yang sehat, dan memberikan penghargaan atas usaha kita, tangki cinta dalam diri menjadi penuh, dan kita mampu menjalani kehidupan dengan lebih optimal dan penuh semangat.




















