tutup mata tutup telinga
Sebagai seseorang yang sering merasa overwhelmed oleh berbagai informasi negatif, saya menemukan bahwa menerapkan prinsip 'tutup mata tutup telinga' bukan berarti mengabaikan masalah, melainkan memilih untuk tidak terpengaruh secara emosional oleh hal-hal yang tidak penting atau merugikan. Dengan menutup mata dan telinga dari hal-hal yang menyakitkan atau tidak perlu, saya jadi lebih fokus pada kebahagiaan dan kedamaian diri. Dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat menghadapi gosip atau berita yang membuat stres, saya belajar untuk tidak langsung percaya atau terbawa perasaan. Alih-alih reaksi negatif, saya mencoba untuk mendengarkan dengan hati-hati namun tetap kritis. Ini juga membantu saya menjaga hubungan sosial agar tetap positif dan harmonis. Namun, saya juga menyadari pentingnya membuka hati jika ada hal penting yang memang perlu diperhatikan. Jadi, 'tutup mata tutup telinga' bukan berarti tutup diri secara total, melainkan selektif dalam menerima informasi agar tetap sehat secara mental. Dari pengalaman saya, hidup jadi jauh lebih tenang dan bahagia saat bisa menerapkan kata bijak ini sebagai bentuk perlindungan diri dari tekanan negatif di sekitar. Jadi, jangan ragu untuk mempraktikkan ungkapan ini saat kamu merasa perlu menjaga keseimbangan pikiran dan perasaan.























