Mencari kerja ketika umur sudah mau menginjak usia 40.

Sedikit cerita ya bunda".

Sy kluar smk thn 2005. Dulu kan cari kerja dan masuk PT tuch masih gmpang ya.masuk lah sya ke sbuah PT Garment. singkat cerita sy bkerja dri sy masih lajng smpai punya anak prtma . cuma syang ny sy harus kluar dkrnakan nenek sy yg sakit"an dn msk rs. krna nenek bgi sy adalh penggnti ibu.Setelah meniggal ny ibu d umurku yg masih 14,sy tinggal bersma beliau.skrg sy udah punya anak 2 yg pertama SMK kls 1 dan yg ke 2 SD kls 4.

ketika ank sudah mulai besar rasany kebutuhan hidup dan biaya sekolahpun btuh tmbahn dana. sy mencoba buka wrung sembako. dan alhasil banyk yg ngutang akhir ny saya mlz.

trus sy kepikiran untuk melamar k PT lagi.dan alhmdulillah say ad pnggilan.setelah sekian bnyak test sy udah jalani.namun hasil nya nunggu kabar lagi,😓.

mdh an ad rezekiny,, untk biaya anak sekolah.biar anak2 sy bisa sekolah stingi tingi ny,amin ya rob,🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻

8/27 Diedit

... Baca selengkapnyaMenginjak usia hampir 40 tahun saat mencari kerja memang bukan perkara mudah, apalagi jika pernah absen bekerja karena alasan keluarga seperti merawat orang tua yang sakit. Namun, pengalaman pribadi saya menunjukkan bahwa peluang masih terbuka, asalkan kita tetap positif dan gigih. Sebagai seseorang yang sudah keluar dari dunia kerja selama beberapa waktu, tantangan utama yang saya hadapi adalah menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan metode seleksi kerja yang kini lebih kompleks. Oleh karena itu, saya menyarankan untuk mengasah kembali kemampuan yang relevan, seperti meng-update CV dengan prestasi dan pengalaman terbaru, serta mempersiapkan diri dengan baik saat menghadapi tes maupun wawancara. Mengenai kekhawatiran apakah perusahaan masih mau menerima pekerja di usia 40-an ke atas, saya menemukan bahwa banyak perusahaan yang mulai melihat nilai pengalaman dan kedewasaan dalam tim mereka. Jadi, jangan ragu untuk menunjukkan bagaimana pengalaman hidup dan kerja dapat menjadi aset berharga bagi perusahaan. Selain itu, jangan lupa memanfaatkan jaringan pertemanan dan komunitas yang bisa membantu mendapatkan informasi lowongan kerja lebih cepat dan kesempatan yang lebih baik. Dalam perjalanan saya, dukungan keluarga juga menjadi kekuatan yang sangat berarti untuk terus mencoba dan tidak mudah menyerah. Meski sempat mencoba usaha kecil seperti membuka warung sembako, saya menyadari bahwa pekerjaan tetap lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup dan sekolah anak-anak. Oleh karena itu, melamar kerja kembali adalah keputusan yang tepat. Saya berharap cerita ini bisa memberikan inspirasi bahwa usia bukan penghalang untuk berkarya dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Dengan usaha yang sungguh-sungguh, doa, dan keyakinan, rezeki akan datang tepat waktu. Semoga anak-anak kita juga bisa menggapai pendidikan setinggi-tingginya sebagai investasi masa depan yang cerah.

2 komentar

Gambar Tyas
Tyas

aamiin

Lihat lainnya(1)