Mengungkap rasa rindu kepada orang yang telah meninggalkan kita adalah pengalaman yang sangat personal dan emosional. Saya pernah merasakan kerinduan yang begitu dalam terhadap sosok yang sangat berarti dalam hidup saya. Dalam kondisi seperti itu, saya menemukan bahwa mendoakan mereka dengan Al-Fatihah tidak hanya memberikan ketenangan hati, tetapi juga menjadi cara saya untuk terus mengikat kenangan dan kasih sayang yang tak lekang oleh waktu. Salah satu hal yang membuat momen ini lebih bermakna adalah saat saya membacakan doa tersebut sambil membayangkan suara, wajah, dan senyuman mereka. Walaupun saya tak bisa lagi berinteraksi langsung, doa menjadi jembatan spiritual yang menghubungkan saya dengan mereka. Pada akhirnya, rasa rindu itu bukan hanya soal kehilangan, tetapi juga sebuah penghargaan atas peran dan cinta yang pernah kita rasakan. Membagikan perasaan ini melalui tagar seperti #mamahmertuarasamamahsendiri juga membantu mempertemukan komunitas yang mengalami hal serupa. Berbagi cerita dan pengalaman di ruang publik bisa menjadi penawar kesepian hati dan mengingatkan kita bahwa dalam rindu, kita tidak sendiri. Semoga setiap doa yang kita panjatkan membawa kedamaian dan meringankan rasa rindu yang ada.
2/4 Diedit ke
