... Baca selengkapnyaSebagai orang tua, aku makin sadar kalau jadi rendah hati itu bukan sesuatu yang otomatis datang seiring bertambahnya usia. Justru kadang, makin banyak pengalaman, makin gampang hati terasa “lebih” dari orang lain. Makanya aku suka banget baca doa agar tetap rendah hati, sambil mengingatkan diri sendiri bahwa semua yang kita punya cuma titipan.
Salah satu cara sederhana yang kulakukan adalah membiasakan diri berdoa dengan rendah hati dan lemah lembut, terutama setelah salat. Aku biasanya mulai dengan mengakui kelemahan diri sendiri di hadapan Allah, misalnya:
"Ya Allah, aku sering lupa, sering sombong, sering merasa paling benar. Ampuni aku dan lembutkan hatiku. Ajari aku untuk tegar tanpa sombong, rendah hati tanpa merasa lemah."
Saat berdoa, aku usahakan untuk nggak terburu-buru. Aku bayangkan benar-benar sedang mengadu pada Allah, seperti anak kecil yang curhat ke orang tuanya. Di momen seperti itu, rasa lemah justru terasa indah, karena di situlah kita merasa sangat bergantung pada-Nya.
Aku juga belajar kalau rendah hati bukan berarti kita mengecilkan diri sendiri. Dulu aku sering merasa minder, takut mengambil kesempatan, dan menganggap itu sebagai "rendah hati". Padahal sebenarnya itu kurang percaya diri. Sekarang aku coba seimbang: tetap berusaha keras, tapi selalu bilang dalam hati, "Kalau bukan karena pertolongan Allah, aku nggak akan bisa." Bagi aku, di situ letak rendah hati yang sebenarnya.
Kalau lagi capek jadi orang tua, apalagi pas lihat anak tertidur seperti di gambar hitam putih yang menampilkan kaki dan tubuh bayi berbaring dengan mainan di dekatnya, aku suka bisikkan doa pelan:
"Ya Allah, ajari ia untuk tegar tanpa sombong, rendah hati tanpa merasa lemah. Jadikan tangannya ringan menolong dan lidahnya lembut menebar kebaikan."
Doa seperti ini bukan cuma buat anak, tapi juga pengingat buat aku dan pasanganku. Setiap kali membacanya, hati serasa ditarik untuk kembali halus, nggak gampang menghakimi orang lain, dan lebih fokus memperbaiki diri.
Tips kecil dariku, kalau ingin konsisten membaca doa agar tetap rendah hati, coba:
1. Sisipkan doa itu di akhir salat, terutama setelah Subuh dan sebelum tidur.
2. Tulis di catatan kecil lalu tempel di tempat yang sering terlihat.
3. Jadikan sebagai doa bersama, misalnya dibaca pelan saat menatap wajah anak yang sedang tidur.
Semoga sedikit pengalaman ini bisa membantu teman-teman yang juga sedang belajar untuk berdoa dengan rendah hati dan lemah lembut, sambil terus melatih diri menjadi hamba yang tidak sombong, tapi juga tidak merasa rendah diri.