... Baca selengkapnyaHalo sahabat lemon, aku mau cerita sedikit lebih lengkap tentang suweng emas jaman dulu yang sering dipakai nenek-nenek kita.
Suweng emas jaman dulu itu biasanya bentuknya simple tapi kelihatan anggun. Ada yang bulat kecil, ada yang agak lonjong, dan rata-rata terbuat dari emas kuning. Kalau yang aku lihat, suweng emas ini sering dipasangkan dengan kalung emas senada, jadi kalau nenek atau ibu pakai ke acara hajatan, pengajian, atau kondangan, kelihatan rapi dan berwibawa. Di foto yang aku punya, tampak jelas sebuah tangan memegang suweng emas dengan kalung emas di sampingnya di atas lantai keramik, dan itu bikin aku langsung kebayang suasana rumah jaman dulu.
Bedanya suweng emas jaman dulu dengan anting sekarang itu biasanya di desain dan beratnya. Suweng dulu banyak yang agak berat dan bentuknya lebih tebal, jadi tahan lama dan enggak gampang penyok. Mungkin kalau dipakai terus seharian bisa bikin telinga agak pegal, tapi karena kualitas emasnya bagus, banyak yang masih awet sampai puluhan tahun. Bahkan ada yang diwariskan dari nenek ke ibu, lalu ke anak, jadi punya nilai sejarah sendiri.
Kalau kamu punya suweng jaman dulu di rumah, saran aku jangan buru‑buru dijual. Coba dilihat dulu kondisinya: kalau masih utuh dan emasnya bagus, bisa kamu pakai lagi dengan gaya yang lebih kekinian. Misalnya, dipadukan dengan kebaya modern, dress simple, atau bahkan baju kasual kalau kamu suka mix and match. Justru perpaduan klasik dan modern itu sekarang lagi banyak disukai.
Dari segi perawatan, suweng emas sebenarnya cukup mudah. Aku biasa membersihkan perhiasan emas dengan air hangat yang dicampur sedikit sabun cair lembut, lalu digosok pelan pakai sikat gigi halus. Setelah itu dibilas dan dikeringkan dengan kain lembut. Jangan lupa, kalau habis dipakai, simpan suweng emas dan kalung emas di kotak perhiasan terpisah supaya tidak baret-baret karena gesekan.
Buat yang penasaran nilai suweng emas jaman dulu, kamu bisa coba cek ke toko emas. Biasanya mereka akan menimbang dan menilai kadar emasnya. Banyak juga yang kaget karena perhiasan warisan nenek yang terlihat sederhana ternyata punya nilai cukup tinggi. Tapi di luar harga, menurutku nilai kenangan itu yang paling berharga. Setiap kali lihat suweng emas nenek, aku jadi ingat gaya beliau berdandan dan cerita-cerita lama di kampung.
Kalau kamu punya koleksi suweng emas jaman dulu, boleh banget diceritakan juga: bentuknya seperti apa, dari siapa, dan kapan biasanya kamu pakai. Siapa tahu bisa jadi inspirasi buat teman-teman lain yang juga lagi mencari ide gaya perhiasan tradisional yang tetap cocok di zaman sekarang.