Sebagai orang tua, saya pernah mengalami masa di mana anak saya berusia sekitar 1 tahun mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut) yang cukup parah. Awalnya, anak saya sangat lahap makan, tetapi tiba-tiba menolak makan dan membuat saya sangat stress. Dari pengalaman pribadi dan berbagai sumber, saya menemukan beberapa cara yang cukup membantu untuk melewati masa sulit ini. Pertama, penting untuk memahami bahwa GTM adalah fase normal dalam perkembangan anak. Anak mungkin melewati fase ini karena berbagai alasan, mulai dari rasa ingin mandiri, penolakan terhadap tekstur makanan tertentu, hingga pengaruh suasana hati atau kesehatan. Saya mulai mencoba untuk tidak memaksa anak makan, tapi menawarkan makanan dengan variasi warna dan bentuk agar lebih menarik. Kadang saya juga mengajak anak untuk ikut memilih makanan saat belanja atau memasak sehingga mereka merasa terlibat dan lebih tertarik untuk mencoba. Selain itu, menjaga suasana makan tetap menyenangkan sangat penting. Saya memastikan tidak ada tekanan atau paksaan saat makan, karena itu malah membuat anak semakin menolak. Memberikan pujian kecil saat anak mau mencoba makanan baru juga membantu membangun pengalaman positif. Saya juga memperhatikan tanda-tanda stress pada anak saat GTM terjadi, misalnya rewel atau mudah marah. Memberikan waktu istirahat dan tidak terburu-buru mengajak makan membantu anak lebih rileks. Dengan pendekatan sabar, fleksibel, dan konsisten, akhirnya anak saya bisa melewati fase GTM ini tanpa tekanan berlebih. Semoga pengalaman ini dapat membantu para orang tua lain yang sedang menghadapi tantangan serupa pada anak usia 1 tahun.
3/17 Diedit ke
