... Baca selengkapnyaJujur, awalnya aku juga menganggap permen kaki itu cuma jajanan biasa. Bentuknya lucu, warna merahnya menarik, anak-anak pasti langsung naksir. Apalagi kalau lihat beberapa biji permen lolipop merah berbentuk kaki dibungkus plastik rapi, rasanya pengen ikutan coba. Tapi setelah kejadian anakku batuk nggak kunjung sembuh dan radang hampir satu minggu, aku mulai mikir lebih dalam: apakah permen kaki berbahaya, terutama kalau dimakan terlalu sering?
Kalau dipikir-pikir, permen kaki ini umumnya mengandung gula tinggi, pewarna, dan perisa buatan. Sekali dua kali mungkin nggak masalah, tapi kalau tiap hari atau habis uang jajan cuma buat beli permen, efeknya ke tubuh anak bisa terasa. Anak aku misalnya, setelah beberapa hari sering makan permen ini, mulai batuk, tenggorokan serak, terus mengeluh sakit saat menelan. Awalnya kukira cuma masuk angin, tapi karena batuk nggak kunjung sembuh dan radang tenggorokannya cukup parah, akhirnya kami periksa ke dokter.
Dokter bilang, konsumsi makanan atau minuman manis berlebihan, termasuk permen lolipop, bisa bikin tenggorokan gampang iritasi, apalagi kalau anak masih suka nggak minum air putih cukup. Gula yang menempel di tenggorokan dan gigi juga bisa memicu batuk, sakit tenggorokan, bahkan masalah gigi. Dari situ aku sadar, bukan cuma bentuknya yang "ngeribanget", tapi efek kalau kebablasan makan juga bisa bikin ngeri banget.
Sekarang aku mulai batasi jajanan manis untuk anak. Bukan berarti nggak boleh sama sekali, tapi lebih ke frekuensi dan jumlahnya. Misalnya, permen kaki merah ini hanya boleh dimakan sesekali, bukan tiap hari. Uang jajan pun pelan-pelan aku arahkan ke camilan lain yang agak lebih sehat, seperti buah potong atau biskuit less sugar. Aku juga ajak anak ngobrol, jelasin kenapa batuknya bisa lama sembuh dan kenapa radang tenggorokannya bisa separah itu.
Kalau bunda lain punya anak yang suka banget permen kaki, mungkin bisa mulai perhatikan beberapa hal: seberapa sering mereka makan, apakah setelah makan permen langsung minum air putih, dan apakah ada keluhan seperti batuk, sakit tenggorokan, atau gigi ngilu. Kalau muncul tanda-tanda seperti yang anakku alami, nggak ada salahnya stop dulu jajanan manis dan konsultasi ke tenaga kesehatan.
Pengalaman ini bikin aku lebih waspada sama jajanan yang kelihatan sepele. Kadang kita baru sadar bahayanya setelah mengalami sendiri. Jadi, menurutku, permen kaki bukan otomatis berbahaya kalau dimakan sedikit dan sesekali, tapi bisa jadi masalah kalau dikonsumsi berlebihan, apalagi oleh anak-anak yang masih SD. Semoga cerita ini bisa jadi pengingat buat orang tua lain supaya lebih hati-hati dan nggak ragu membatasi jajanan manis demi kesehatan anak.
tempat ku lebih parah bun. permen ini dikasih ke anak2 setalah TPQ, walau anak aku gak berani makan, tapi aku auto keluarin dari TPQ, ok adekkk kita ngaji dirumah aja yah 😂
Dulu anak 90'an makan permen ini aman2 aja yak. Mungkin sekarang ada bahan tambahan yg ga aman untuk anak2 🤔