✨Ulasan Menara Kujang Sepasan✨

Menara Kujang Sepasang adalah salah satu ikon wisata baru di Sumedang yang menawarkan pemandangan indah sekaligus nuansa budaya khas Sunda. Dengan bentuk dua menara menjulang tinggi menyerupai kujang—senjata tradisional Sunda—tempat ini menjadi simbol kekuatan sekaligus kebanggaan masyarakat.

Dari atas menara, pengunjung bisa menikmati panorama alam Sumedang yang begitu memanjakan mata, mulai dari hamparan perbukitan, hijau persawahan, hingga suasana kota. Menara ini juga sering dijadikan spot foto favorit karena desainnya yang unik dan latar pemandangan yang menawan, terutama saat sore menjelang matahari terbenam.

Selain nilai estetikanya, Menara Kujang Sepasang juga menyimpan makna filosofis: sepasang kujang melambangkan keseimbangan, persatuan, dan semangat masyarakat Sunda dalam menjaga warisan budaya./Wisata Menara Kujang

2025/8/25 Diedit ke

... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali dengar tentang Menara Kujang Sepasang di Jatigede, Sumedang, aku langsung penasaran karena banyak yang upload foto tugu kujang kembar ini di sosmed. Lokasinya masih satu kawasan dengan Wisata Jatigede, Jawa Barat, jadi sekalian bisa menikmati view waduk dan perbukitan di sekitarnya. Akses ke Menara Kujang Sepasang menurutku cukup mudah, tapi tetap lebih nyaman kalau pakai kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil. Dari pusat kota Sumedang tinggal ikuti arah ke Waduk Jatigede. Di sepanjang jalan sudah ada beberapa papan petunjuk ke "Wisata Menara Kujang" jadi nggak terlalu khawatir nyasar. Jalannya sebagian sudah bagus beraspal, hanya beberapa titik sedikit bergelombang, tapi masih aman dilalui. Untuk tiket masuk, saat aku ke sana harganya masih terjangkau banget (biasanya di bawah 20 ribu per orang, belum termasuk parkir). Biaya bisa berubah sewaktu-waktu, tapi overall tetap ramah di kantong. Parkir motor dan mobil juga cukup luas, jadi buat yang datang ramai-ramai masih oke. Soal fasilitas, di area Menara Kujang Sepasang sudah ada warung-warung kecil yang jualan makanan ringan, mie instan, kopi, dan minuman dingin. Mushola dan toilet juga tersedia, meski masih sederhana. Kalau datang siang atau sore, aku sarankan bawa topi atau payung karena area menara cukup terbuka dan bisa terasa panas. Waktu terbaik ke sini menurutku adalah sore hari menjelang matahari terbenam. Dari atas menara, pemandangan Waduk Jatigede, perbukitan hijau, dan langit senja terlihat jelas. Banyak juga yang datang khusus untuk foto siluet Menara Kujang dengan background sunset. Spot foto favoritku selain di atas menara adalah di area yang agak menjauh sedikit, jadi bentuk kujang kembar Sumedang ini kelihatan utuh dan megah. Kalau kamu suka konten wisata budaya, Menara Kujang Sumedang ini layak banget masuk list. Selain jadi ikon baru Jawa Barat, tugu kujang sepasang ini juga sarat makna filosofi tentang keseimbangan dan kebanggaan orang Sunda. Rasanya beda aja ketika melihat langsung dibanding hanya lihat di foto. Apalagi kalau datang bareng teman atau keluarga, suasananya jadi lebih hangat dan banyak momen seru yang bisa diabadikan. Tips pribadi dariku: datang lebih awal kalau weekend karena biasanya lebih ramai, siapkan baterai kamera atau HP yang penuh, dan jangan lupa jaga kebersihan area wisata. Menara Kujang sepasang ini punya potensi besar jadi destinasi andalan Sumedang, sayang banget kalau keindahannya rusak karena sampah dan pengunjung yang nggak tertib.