rilexs
Kadang kata yang paling sering aku ucap belakangan ini cuma satu: rilexs. Awalnya cuma jadi caption lucu, tapi lama-lama kerasa banget kalau "me time" itu kebutuhan, bukan kemewahan. Apalagi buat orang tua yang sehari-hari ngurus rumah, kerja, anak, dan tuntutan sosial yang nggak ada habisnya. Versi rilexs aku sederhana banget. Salah satunya main ke tempat yang vibes-nya adem kayak KEMANTEN. Entah itu café kecil, lapangan desa waktu ada acara kemantenan, atau sekadar duduk di warung kopi pinggir jalan. Yang penting suasananya nggak bikin kepala sumpek. Kadang cuma duduk, pesen minuman, terus scroll sosmed atau nonton orang lalu-lalang udah cukup bikin hati lebih ringan. Aku belajar kalau rilexs nggak harus mahal. Me time bisa banget disesuaikan sama kondisi kantong dan waktu. Misalnya: - Bangun 15 menit lebih pagi cuma buat duduk diam sambil minum kopi atau teh. - Pakai earphone, play playlist favorit, dan nikmatin "vibessantai" di pojokan rumah. - Jalan kaki sebentar keliling komplek atau desa, sambil perhatiin sekitar, termasuk kalau lagi ada acara kemantenan yang meriah. Sebagai orang tua, rasa bersalah itu suka datang kalau lagi rilexs. Serasa kalau kita santai, berarti kita nggak peduli sama anak atau tugas. Padahal justru sebaliknya. Waktu badan dan pikiran lagi rilexs, kita bisa lebih sabar, lebih waras, dan nggak gampang meledak. Aku sendiri pernah ngerasa gampang marah, lalu sadar ternyata aku nggak pernah ngasih waktu buat diri sendiri. Sekarang, aku coba bikin jadwal rilexs kecil-kecilan. Misalnya, seminggu sekali kasih diri sendiri izin buat me time, entah sendirian atau bareng pasangan. Kadang cuma makan di luar, kadang nonton acara kemantenan di desa, kadang duduk di teras rumah sambil ngobrol hal random. Yang penting, itu waktunya aku buat tarik napas. Kalau kamu juga lagi cari cara buat rilexs, nggak apa-apa banget mulai dari hal kecil. Nggak perlu bandingkan hidupmu sama orang lain di sosmed. Rilexs versimu bisa beda: ada yang suka suasana rame kayak kemantenan, ada yang suka sepi, ada yang rilexs-nya justru di dapur sambil masak. Intinya, jangan tunggu sampai benar-benar capek baru cari waktu istirahat. Jadikan rilexs dan me time sebagai bagian dari rutinitas, bukan hadiah yang cuma boleh dinikmati kalau semua tugas selesai. Karena jadi orang tua yang bahagia dan rilexs itu juga hadiah buat anak-anak kita.















❤️