🍋KAKI DULU, BARU MULUT✅🏝✨😍
Duluu waktu belum tahu ilmunya, saya pernah memanggil Qairina yang sedang bermain di rumah tetangga depan rumah dengan cara berteriak-teriak dari pintu depan. Beberapa kali saya memanggilnya dia gak pulang-pulang. Bahkan menjawab panggilan saya pun tidak.
Mendengar dan melihat apa yang saya lakukan, suami saya menegur.
"Bukan begitu cara memanggil anak biar pulang dari bermainnya, mamah."
Lalu dia menyontohkan sendiri bagaimana seharusnya saya memanggil Qairina yang lagi asyik main dan membujuknya pulang untuk makan siang.
Yang suami saya lakukan adalah keluar rumah menuju ke rumah tetangga. Lalu dia mengobrol dan ikut bermain sejenak dengan anak-anak. Setelah dirasa cukup, dia mengajak Qairina pulang dengan ajakan yang menyenangkan sambil berpamitan pada teman-teman mainnya. Ajaib! Qairina nurut diajak pulang.
Setelah Qairina makan dan lalu tidur, suami menasihati. Katanya memanggil dengan cara berteriak-teriak itu tidak sopan, juga tidak efektif.
Belakangan saya baru menyadari bahwa di keluarga suami memang hampir tidak pernah terdengar orangtua berteriak ke anaknya. Kalo mau memanggil, mamah mertua selalu mendekati anaknya dulu, baru mengutarakan apa yang ingin dikatakan.
Saya juga baru menyadari cara suami berkomunikasi. Dia pun hampir tidak pernah berteriak saat memanggil saya. Dia selalu menghampiri saya dulu, baru meminta tolong atau mengatakan sesuatu.
Memanggil anak agar segera pulang dari bermain memang sering menjadi tantangan bagi orangtua. Banyak dari kita tanpa sadar menggunakan cara berteriak-teriak, padahal sebenarnya metode ini kurang efektif dan dapat menimbulkan suasana tegang. Dalam pengalaman yang dibagikan, cara mengajak anak pulang yang dilakukan suami dengan mendatangi langsung anak dan bermain bersama teman-temannya terlebih dahulu membuat anak merasa dihargai dan nyaman. Secara psikologis, anak-anak lebih responsif terhadap pendekatan yang lembut dan menghibur dibanding cara yang keras atau memaksa. Selain itu, mengajak anak pulang sambil berpamitan pada teman-temannya juga mengajarkan anak nilai sopan santun dan keterampilan sosial yang penting. Metode ini tidak hanya membantu anak untuk mematuhi panggilan pulang, tapi juga memperkuat hubungan emosional antar anggota keluarga. Memanggil anak tanpa berteriak juga menghindarkan percikan emosi negatif dan membangun komunikasi yang lebih baik dan sehat antara orang tua dan anak. Bagi orang tua yang ingin mengaplikasikan cara ini, langkah awal yang mudah dilakukan adalah keluar rumah, menemui anak secara langsung, dan ikut berinteraksi sebentar dengan teman-temannya. Tunjukkan ketertarikan dan perhatian dengan cara yang menyenangkan, sehingga anak tidak merasa dipaksa tetapi ikut termotivasi pulang dengan sukarela. Selain itu, berkomunikasi dengan nada suara yang lembut dan penuh kasih sayang sangat dianjurkan, karena cara ini dapat menurunkan resistensi anak dan meningkatkan kerjasama. Kebiasaan memanggil anak dengan cara langsung mendekati tanpa berteriak bukan hanya bermanfaat untuk anak-anak, tetapi juga mengajari orangtua agar lebih sabar dan penuh pengertian. Pendekatan semacam ini bisa menjadi pondasi penting dalam membangun pola asuh yang positif dan harmonis dalam keluarga. Dengan menerapkan cara-cara tersebut secara konsisten, suasana dalam rumah dan interaksi antar anggota keluarga akan makin hangat dan penuh cinta.

