Ibu Engkau Sorga Q 🥰🍋
Menantuku tidak mau menerimaku di rumahnya, ya aku sering mendengar anak laki lakiku dan menantuku berantam hanya karena istrinya keberatan dengan keberadaan ku di rumah itu, dia bilang aku nyusahin, karena itulah aku pun pergi dari rumah anakku itu, tp anakku sll mencari ku dan memwaku pulang kembali kerumahnya, setiap aku dirumah itu rasanya GK nyaman apalagi pas anakku kerja keluar kota menantuku sebut bahwa saya ini pembawa sial, tukang merusak rumah tangganya, padahal aku tidak perna ikut campur dalam masalah rumah tangga mereka, mgkn maksudnya q mmg mengganggu mereka, akhirnya aku pergi LG mengontrak rumah kecil, tp setelah anak ku pulang kerja dia kembali LG mencariku, sambil menangis dia minta maaf Krn belum BS membujuk istrinya untuk menerimaku dirumah itu, q pun bilang ke anakku GK apa apa nak, mgkn lebih baik ibu ngontrak saja biar kalian GK berantam LG, ibu lebih nyaman disini nak, maafkan ibu jika harus merepotkan mu, pulanglah nak ke istrimu ibu ridho nak jika harus tinggal sendiri disini, pulang lah nak , tp anakku tetap GK mau, akhirnya anakku GK pulang kerumahnya malah tidur dikontrakan ku, besok paginya istrinya DTG marah marah depan rumah sampe tetangga kiri kanan semuanya DTG dikira ada apa, lalu menantuku itu nendang pintunya sambil blg he ridho dengar ya KLO memang km blm bisa pisah sama ibumu lebih baik kita pisah, q GK mau punya suami yg taunya mau diketiak ibunya saja ucap menantuku, lalu anakku menjawab, coba kamu pikir ibuku ini hanya sendiri sejak kecil Uda tinggal bersama samaku, q JD manager gn itu Krn perjuangan ibu setiap hari dia membanting tulang ikut KRJ sama org demi biaya hidupku dan kebutuhan sekolah bahkan ibuku sering kelaparan demi aku hingga dia tua sekarang belum smpt q bahagiakan dia, apa pantas aku mentelantarkan org yg sudah memperjuangkan ku, q hanya punya satu ibu ni saja, apa salah aku mengajak ibu tinggal dirumah kita, LG pula rumah itu kubeli sebelum kita nikah, dan itu dl kuhadiahkan untuk ibuku, tp knp kamu hrs mengusir ibuku dr rumah yg kuhadiahkan keibuku, KLO memang kamu mau pisah oke kukabulkan keinginanmu, sekarang juga kutalq tiga kamu, kamu bukan istriku LG. Ucap anakku, seketika istri anakku itu menangis histeris tp setelah sebulan kemudian anakku bener bener mengurus perceraian itu, aku sebagai merasa sedih melihat rumah tangga anak ku hancur. Padahal aku sudah bilang pada anakku agar jgn bercerai tp anakku ttp pada keputusannya
Curhat tetanggaku
Kalau lihat gambar wanita berhijab menangis sedih, banyak orang mungkin cuma mengira itu sekadar foto galau. Tapi di balik wajah seorang ibu yang menangis, biasanya ada cerita panjang yang tidak semua orang tahu. Waktu dengar curhat tetanggaku ini, aku benar-benar ikut kebawa perasaannya, seolah-olah bisa merasakan beratnya jadi seorang ibu yang tidak dianggap. Yang bikin paling nyesek, ibu itu cuma pengin numpang tinggal di rumah anak laki-lakinya, sekadar dekat dengan satu-satunya orang yang dia punya. Tapi malah dianggap pembawa sial, perusak rumah tangga, dan jadi sumber masalah. Padahal, dia sendiri cerita kalau dia tidak pernah ikut campur urusan suami istri, cuma ingin hidup tenang di masa tuanya. Dari muda dia banting tulang, kerja apa saja demi bisa menyekolahkan anak, sampai sering kelaparan asal anaknya bisa makan. Kadang aku mikir, kok bisa ya ada menantu yang tega sama ibu mertua, apalagi ibu itu sudah paruh baya, pakai hijab, jalannya pun pelan, wajahnya capek. Kalau lihat gambar wanita hijab menangis sedih, aku jadi kebayang wajah ibu itu: matanya memerah, tertunduk, menahan air mata biar tidak jatuh di depan anaknya. Dia sampai memilih mengontrak rumah kecil sendirian supaya anak dan menantu tidak terus berantem karena dirinya. Tapi sebagai anak, posisinya juga tidak mudah. Di satu sisi dia sayang sama istrinya, di sisi lain dia merasa punya hutang budi yang tidak akan pernah lunas ke ibunya. Rumah yang mereka tempati itu pun sebenarnya dia beli untuk hadiah ke ibu. Jadi ketika ibunya disuruh pergi dari rumah yang memang ia niatkan untuk ibunya, wajar kalau hatinya hancur. Dari situ aku belajar, jadi suami itu sering kali terjepit di tengah antara istri dan ibu. Kalau ada yang lagi cari gambar wanita berhijab menangis sedih untuk status atau story, mungkin bisa sambil merenung juga: jangan-jangan di sekitar kita ada ibu yang diam-diam sering menangis karena perlakuan anak atau menantunya. Bukan berarti kita harus selalu membenarkan orang tua, tapi setidaknya hormat dan jaga perasaan mereka. Kalau pun harus tinggal terpisah, bicarakan baik-baik, jangan sampai ada kata-kata kasar seperti mengusir atau menyalahkan mereka sebagai sumber sial. Aku pribadi jadi lebih hati-hati menilai cerita rumah tangga orang lain. Di balik satu foto ibu berhijab yang sedang menangis, bisa jadi ada pertengkaran, perceraian, rasa bersalah, dan luka yang panjang. Semoga siapa pun yang baca curhatan ini, kalau lagi marah sama orang tua atau mertua, bisa sedikit melunak dan ingat kalau mereka juga manusia yang bisa sedih dan rapuh, apalagi ketika usia sudah tidak muda lagi.


itu pilihanmu yg tepat nak..ibuk mu itu adalah syurgamu.knp harus di usir.selama ini dia lh yg menjagamu dari bayi orok sehingga dewasa..ngk apa apa menceraikannya itu lebih baik..insya Allah engkau akan baik baik saja..Allah akan berimu syurga di dunia dan ahirat