Upcycle baju lama jadi tote bag baru
Waktu pertama kali bikin tote bag dari baju bekas, aku juga sempat bingung mulai dari mana. Ternyata kuncinya ada di pemilihan baju dan cara potongnya. Aku biasanya pilih kaos atau kemeja yang bahannya agak tebal, seperti katun atau denim tipis, supaya tote bag lebih kuat dan nggak mudah melar. Langkah awal, aku selalu cek dulu bagian baju mana yang masih mulus. Kalau ada noda atau bagian yang sudah tipis, aku hindari area itu saat mengukur pola. Biasanya aku pakai bagian depan dan belakang badan baju sebagai badan tote bag, sementara lengan bisa dijadikan kantong kecil di bagian depan atau inner pocket di dalam tas. Untuk ukurannya, aku sesuaikan sama kebutuhan. Kalau mau dipakai kuliah atau kerja, aku buat agak besar supaya muat buku dan pouch. Aku ukur kira-kira 35–40 cm lebar dan 40–45 cm tinggi. Kalau mau dipakai sekadar hangout atau belanja kecil-kecilan, ukuran lebih kecil juga oke. Di tahap ini, penting banget pakai penggaris dan kapur jahit supaya garis potongan rapi. Hal yang sering dilewatkan orang adalah bagian tali tote bag. Dari pengalaman, kalau cuma mengandalkan bawah baju yang dilubangi, tas cenderung cepat melar. Jadi aku suka potong sisa kain baju (dari bagian bawah atau lengan) jadi strip panjang, lipat ke dalam, lalu jahit lurus supaya jadi tali yang lebih kuat. Kalau bajunya terlalu tipis, kadang aku tambahkan kain lain sebagai lapisan dalam. Saat menjahit, aku pakai jahitan lurus dulu, lalu ulangi dengan jahitan zigzag di pinggir kain biar nggak mudah terurai setelah dicuci. Kalau kamu nggak punya mesin jahit, sebenarnya bisa juga dijahit tangan, tapi pastikan jahitannya rapat dan dobel di bagian bawah tas karena itu bagian yang paling menahan beban. Supaya tote bag baju bekas terlihat lebih menarik, aku suka tambahkan detail kecil, misalnya patch, bordir simpel, atau label kecil handmade. Kalau bajunya sebelumnya ada print lucu di bagian depan, aku usahakan print itu jadi fokus utama di tengah tote bag. Jadi walaupun ini dari baju bekas, tampilannya tetap kekinian. Aku juga pernah coba bikin versi tanpa jahit (no-sew) untuk baju kaos. Caranya, bagian bawah kaos dipotong jadi garis-garis seperti rumbai, lalu masing-masing rumbai diikat dua-dua sampai rapat. Hasilnya jadi tote bag santai yang cocok buat ke pantai atau belanja di minimarket. Memang kurang sekuat yang dijahit, tapi seru untuk proyek DIY cepat. Yang paling aku suka dari bikin tote bag dari baju bekas adalah rasa puasnya. Rasanya senang karena bisa hemat, dapat tas unik yang nggak pasaran, dan sekaligus ikut mengurangi limbah tekstil. Kalau kamu punya tumpukan baju lama di lemari, cobain satu dulu. Setelah berhasil satu tote bag, biasanya malah ketagihan bikin lagi dari baju lain.







































nerima jasa jahit juga gak kak mksdnya sy ada baju bekas sayang klo gak kepake ada jeans juga bisa request dibikinin tas ga wkwkw