PETA BARU | NEGARA YANG AKAN HILANG!

Beberapa negara di dunia diprediksi bisa tenggelam sebelum akhir abad ini.

Bukan kiamat.

Bukan film fiksi.

Tapi data ilmiah tentang kenaikan permukaan laut.

Jika daratan mereka hilang,

mereka tidak hanya kehilangan rumah…

Mereka kehilangan negara.

Dan ketika itu terjadi —

kemana mereka harus pergi, saat dunia belum punya aturan untuk menerima negara yang sudah tidak punya tanah?

Inilah kemungkinan lahirnya peta dunia baru.

2/19 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam beberapa dekade terakhir, perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut menjadi isu global yang semakin mendesak untuk diperhatikan. Saya pernah menyaksikan sendiri bagaimana daerah pesisir mulai mengalami erosi dan banjir rob yang semakin sering terjadi, bukan hanya mengancam rumah tetapi juga kehidupan masyarakat di sana. Fenomena ini bukan hanya tentang hilangnya tanah, melainkan identitas sebuah negara yang mungkin akan lenyap dari peta dunia. Misalnya, negara-negara pulau kecil di Pasifik seperti Kiribati dan Maladewa saat ini sudah mulai merasakan dampak nyata dari kenaikan muka air laut. Banyak warga terpaksa mempertimbangkan migrasi massal karena rumah dan tanah kelahiran mereka terancam hilang. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting tentang status negara yang kehilangan wilayah negara mereka—apakah mereka akan tetap diakui sebagai negara oleh komunitas internasional? Sampai kini belum ada aturan baku mengenai hal ini, sehingga muncul kekhawatiran soal nasib jutaan orang yang bisa menjadi pengungsi iklim. Bagi saya, situasi ini menuntut dunia untuk segera bertindak. Selain mengurangi emisi karbon, komunitas internasional perlu mempersiapkan regulasi dan bantuan humaniter untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Menciptakan peta dunia baru bukan hanya soal geografis, tapi juga kemanusiaan dan keadilan. Melalui pengalaman dan pengamatan ini, saya semakin menyadari betapa pentingnya menjaga bumi kita. Kenaikan permukaan laut bukan sekadar topik dalam berita, tapi realitas yang sudah mulai mengubah peta dunia dan masa depan banyak negara, termasuk mereka yang selama ini kita anggap permanen.