Aku diBully & jdi Pusat Perhatian? Inilah ceritaku
#CeritaLebaran ku jd pusat perhatian dan dibully..
Klo untuk jd pusat perhatian aku sih senang yaaa, tp klo pusat perhatiannya dgn mata yg tajam sinis seperti mau keluar itu?
Jwbnnya : Jelass!! Tidak bisa aku diem aja, semakin aku tunjukin sendal ku yg bisa buat bagel mata netizen itu hahahahah 😂😂 Astaghfirullah 1000x ya shay.. Semakin berjalan lenggak lenggok dong dan tampil cantik
Trs untuk dibully..
Nah macam² nih perkataannya :
💣 tinggi bgt sih sendalnya udh bodynya tinggi pake sendal tinggi makin tinggi kaya tiang listrik.
Trs aku jwb : hahahaha sengaja shay, pengen ngalahin tiang listrik or gala biar bisa metik buah dari pohon yg tinggi untuk org² yg kurang tingginya, ups🤭 canda syg
💣 awas keseleo, klo jatuh siap siap diketawain orang
Trs aku jwb : maaf yaa sebelumnya, aku udh biasa kok pake sendal tinggi² begini.
💣 ealah sendalnya tinggi bgt, begitu yaa klo model harus tampil cantik
Trs aku jwb : MasyaAllah syekali yaa, iya nih shay Alhamdulillah klo diliat makin tampil cantik, kamu jg kok makin cantik, mau jg linknya??
💣 itu sendal apa bagelan dogy?
Trs aku jwb : bagelan maling shay, atau bisa jg buat jd ulekan didapur hahahaha
Nah itu dia bullyan pasa neti dan respon aku..
Fyi.. Sebenernya ini sendal bukan untuk lebaran sih, ini sendal udh aku beli dari akhir th.2025.. Krna aku gabeli sendal lebaran, jd aku pake yg ada aja..
Oya lemonades 🍋 Lemon8_ID Lemon8Cantik Lemon8 Family ✨ Lemon8IRT
Klo kamu jadi aku, gmn tuh??
Apa yg akan kamu jwb???
Komen dibawah yaa 😉
Menjadi pusat perhatian memang kadang menjadi hal yang menyenangkan, apalagi saat momen spesial seperti Lebaran. Namun ketika perhatian yang didapat berupa komentar sinis atau bahkan bullying, tentunya bisa menjadi tantangan tersendiri untuk menjaga rasa percaya diri. Dari pengalamanku menggunakan sendal Crocs yang cukup tinggi, aku mencoba untuk tetap santai dan menghadapi komentar negatif dengan candaan dan sikap positif. Menurutku, penting banget punya mindset yang kuat supaya komentar negatif tidak mudah menjatuhkan kita. Misalnya, ketika aku ditegur soal tinggi sendal yang dianggap berlebihan, aku malah membalas dengan ucapan lucu dan percaya diri. Hal ini gak cuma bantu meredam kesan negatif, tapi juga bikin suasana jadi cair dan orang-orang sekitar jadi lebih santai menerima pilihan kita. Bagi kamu yang pernah atau sedang mengalami situasi dibully, terutama soal penampilan atau pilihan fashion, aku sarankan untuk selalu ingat bahwa setiap orang punya gaya dan keunikan masing-masing. Jangan ragu buat berekspresi lewat pakaian atau aksesori yang bikin kamu nyaman dan bahagia. Ingat juga untuk menjaga etika dalam membalas komentar, pilihlah kata yang santun tapi tetap tegas supaya tidak menimbulkan konflik baru. Selain itu, sebenarnya sendal yang aku pakai ini memang bukan sengaja dibeli untuk Lebaran, tapi sudah ada semenjak akhir tahun lalu. Aku pakai yang ada dan tetap enjoy karena alasan kenyamanan dan personal style-ku sendiri. Hal ini bisa jadi inspirasi buat kamu yang merasa harus selalu ikut tren tiap momen spesial, bahwa yang terpenting adalah bagaimana kita merasa percaya diri dengan apa yang kita kenakan. Bullying di dunia maya memang lumrah ditemui, tapi respon positif dan percaya diri bisa jadi kunci untuk menghadapinya. Cobalah berbagi pengalaman dengan teman atau komunitas yang supportif supaya kamu merasa tidak sendirian. Ingat, yang terpenting adalah tetap jadi diri sendiri dan tidak membiarkan kata-kata negatif mengurangi kebahagiaanmu. Semoga ceritaku tentang bagaimana menghadapi bullyan terkait sendal tinggi bisa menjadi motivasi dan hiburan buat kamu yang sedang baca.


klo aku malah sombong sedikit kak,, hehe aku juga sehari2 pake sendal gitu biar tingginya jadi 173,, karna aku torso nya pendek,, jadi pas duduk pendek pas berdiri menjulang,, sedikit suka liat orang lain lebih pendek dari aku