Run 2022

“Aku dicampakkan sebelum satgas, hanya karena tubuhku berubah setelah melahirkan. Tapi lihat perubahanku setahun kemudian … bagaimana reaksi suamiku dan wanita yang merebut kebahagiaanku?”

PART 1

Tahun 2021 .…

“Kita berpisah saja setelah aku pulang satgas!” ucap Raswan seraya memanggul tas ranselnya sebelum masuk ke dalam barisan di tepi dermaga.

Dua KRI sudah bersiap memberangkatkan para pasukan yang akan bertugas di pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland.

“Iya, Mas,” jawab Nena—istrinya Raswan.

Nena itu pasrah saja. Ia menyadari sudah tidak ada kecocokan di antara keduanya. Rumah hijau sederhana mereka akhir-akhir ini hanya dipenuhi pertengkaran demi pertengkaran. Nena tahu pasti ada wanita lain di hati suaminya.

Raswan pergi begitu saja, bergabung dengan para prajurit lainnya. Ibu satu orang anak itu memandang punggung suaminya dengan sorot mata sedih.

‘Kalau ini menjadi akhir, Tuhan, izinkan aku siap menghadapi ....’

Nena memandang ke kanan kirinya, para suami berpamitan ke istri tercintanya dengan suasana penuh haru. Kechupan di kening ditinggalkan oleh para prajurit untuk istrinya sebagai isyarat rasa kasih dan sayang walau sebentar lagi mereka akan dipisahkan oleh jarak.

Tak sedikit para istri yang melepas kepergian suaminya yang bertugas dengan tangis air mata. Hanya Nena yang menangis tidak dengan alasan itu. Ia menangisi diri sendiri karena dicampakkan.

Tibalah para pasukan berjajar rapi masuk ke atas KRI. Keluarga yang ditinggalkan serentak histeris dan berlari lebih dekat ke tepi dermaga untuk mengantar yang terkasih. Mereka berlari demi demi bisa terlihat oleh suami mereka dari atas kapal.

Nena tetap berdiri mematung seraya menatap sedih ke arah KRI yang akan berangkat tersebut.

“Minggir!” maki seorang rekan. Makiannya menambah rasa sakit di hati Nena. Ia pun minggir, menjauh, tanpa ada satu pun yang memperhatikannya.

Dari kejauhan, ibu muda yang datang tanpa riasan itu menatap para prajurit yang melambai penuh haru pada istri yang ditinggalkannya, kecuali satu orang yang tak melakukannya, yaitu Raswan. Suaminya justru terlihat sedang menelepon seseorang. Menelepon kekasihnya.

Nena membalikkan tubuh, tangisannya semakin deras di tengah kerumunan.

‘Cukup, ini terakhir kali aku menangis untukmu, Mas ....’

*

Seminggu kemudian ....

Sudah tidak bisa mengandalkan keuangan keluarga dari Raswan, Nena berusaha mencari kerja untuk kebutuhan hidupnya dan putra semata wayangnya. Satu per satu toko, bidang usaha, industri didatanginya. Jawabannya tetap sama, tidak ada lowongan kerja, bahkan banyak pengurangan kondisi saat itu.

Nena duduk sebentar di halte tanpa melepas maskernya. Kepalanya bersandar lemah di tiang penyangga sambil menunggu bus.

‘Gimana nasibku. Harus meyambung hidup pakai apa?’

Lowongan kerja dari portal online juga sudah dicoba Nena dengan mengirimkan lamaran kerja dan CV melalui pesan surel, tetapi saat ada panggilan wawancara langsung, seringkali yang lolos adalah kandidat dengan penampilan yang dianggap menarik.

Di seberang halte, beberapa anak yang hidupnya keras, tapi tetap bisa tertawa riang.

‘Meraka begitu bebas, seperti tak ada beban, tak terpengaruh dengan kondisi berkepanjangan ini, tak peduli bagaimana dunia memutarbalikkan kehidupan,’ lirih Nena dalam hati.

Wanita berambut lurus sebahu itu memperhatikan langkah-langkah kecil yang terasa bebas. Tak punya belenggu apa pun yang mengikat. Nena pun berdiri, mengikuti jalan ke arah pulang.

Awal-awal, Nena masih berjalan. Semakin lama, langkahnya semakin cepat dan berubah jadi langkah berlari.

‘Seperti ini rasanya berlari cepat ....’

Air matanya berderai, tetapi bibirnya tersenyum. Dia merasa bebas, sejenak belenggu hidup lepas.

Nena terus berlari, dia mulai terbiasa dengan aktivitas barunya itu.

*

Tahun 2022 ....

Nena terus berlari, menyemangati diri.

“Satu bulan lagi Mas Raswan pulang satgas, aku harus sudah siap berpisah!”

Judul: RUN 2022

Sudah Ending di KBM App

#run2022 #nenaraswan #nena #raswan

2025/9/4 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKisah Nena mengingatkan kita bahwa kehilangan dan rintangan hidup, terutama pasca melahirkan, bisa menjadi titik balik untuk menemukan kekuatan dan keberanian baru. Setelah suaminya, Raswan, meninggalkannya demi wanita lain, Nena tidak hanya menghadapi kesedihan tetapi juga kenyataan pahit mencari nafkah seorang diri di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Banyak perempuan yang mengalami hal serupa, yakni merasa tersisih dan kehilangan kepercayaan diri karena perubahan fisik setelah melahirkan. Namun, Nena menemukan pelarian dan semangat baru melalui aktivitas berlari. Olahraga seperti lari bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik tetapi juga terapi ampuh untuk memperbaiki kondisi mental dan emosional. Rasa bebas yang dirasakannya saat berlari menjadi simbol kekuatan batin yang membuatnya bisa melepaskan beban masa lalu dan beranjak maju. Selain itu, kisah Nena juga menggambarkan realitas sulitnya mencari pekerjaan di masa pandemi dan ketatnya seleksi kerja yang banyak memperhatikan penampilan. Ini adalah pengalaman yang sering dirasakan perempuan terutama ibu yang baru melahirkan dan berusaha kembali ke dunia kerja. Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk terus mengasah keterampilan dan memperkuat mental agar bisa terus bertahan dan menemukan peluang di tengah tantangan. Perubahan tubuh yang dialami perempuan pasca melahirkan memang kerap menjadi sumber tekanan sosial dan pribadi. Namun, dengan dukungan diri sendiri, seperti yang dilakukan Nena, dan komunitas yang positif, perempuan dapat mengubah pengalaman tersebut menjadi kekuatan. Cerita ini juga menggugah kesadaran semua pihak bahwa cinta dan penerimaan dari pasangan sangat penting untuk mendukung ibu pasca melahirkan agar tetap percaya diri dan berdaya. Kisah Run 2022 mengajarkan kita bahwa meskipun hidup menghadirkan pengkhianatan dan kesepian, ada jalan untuk menemukan kebahagiaan dan kebebasan sejati lewat perjuangan dan penerimaan diri. Bagi pembaca yang sedang mengalami masa sulit, cerita Nena adalah pengingat bahwa jangan menyerah, karena setiap perjuangan akan membawa perubahan positif seiring waktu. Semoga kisah ini menginspirasi banyak ibu dan wanita untuk terus kuat, berani melangkah maju, dan menikmati proses pemulihan diri setelah menghadapi perubahan besar dalam hidup.

Cari ·
wishlist 2025 goals