... Baca selengkapnyaWaktu anakku masuk usia 1 tahun, aku cukup kaget sama perubahan perilakunya. Tiba-tiba jadi lebih aktif, suka protes, nangis kalau maunya nggak diturutin, dan super penasaran sama apa pun di sekelilingnya. Dari situ aku pelan-pelan belajar kalau perilaku anak 1 tahun itu sebenarnya wajar banget, cuma kita sebagai orang tua perlu ngerti dan menyesuaikan cara mengasuh.
Misalnya, anak usia 1 tahun mulai suka bereksplorasi. Dia akan sering merangkak, berjalan, buka-tutup lemari, tarik benda di meja, bahkan lempar-lempar mainan. Awalnya aku pikir ini nakal, tapi ternyata ini cara mereka belajar sebab–akibat. Jadi aku mulai alihkan dengan ide bermain yang lebih aman, seperti bermain sensori pakai beras, air, atau pasta. Selain bikin mereka sibuk, perilaku tantrum juga sedikit berkurang karena kebutuhan eksplorasinya tersalurkan.
Perilaku lain yang sering muncul adalah anak jadi lebih lengket sama satu orang, biasanya ibu. Kalau aku pergi sedikit saja, langsung nangis. Ini disebut kecemasan berpisah, dan ternyata normal di usia 1 tahunan. Supaya lebih ringan, aku biasakan main cilukba sebelum pergi, pamit baik-baik, dan biasakan dia bermain mandiri sebentar dengan mainan favorit. Pelan-pelan, perilakunya jadi lebih tenang saat aku tinggal sebentar.
Di usia ini, anak juga mulai menunjukkan keinginannya sendiri. Kadang ngotot pingin pegang sendok sendiri, pilih buku tertentu, atau jalan ke arah yang dia mau. Dulu aku sering melarang karena takut berantakan, tapi sekarang aku lebih banyak bilang "iya" sambil tetap batasi yang berbahaya. Misalnya, saat makan, aku biarkan dia pegang sendok, tapi alas meja aku lapisi kain dan siapkan tisu. Hasilnya, perilaku rewel karena dilarang terus berkurang, dan dia terlihat lebih percaya diri.
Aku juga perhatikan, kalau aku rutin ajak baca buku dan ngobrol, perilaku anak jadi lebih mudah diajak kerja sama. Setiap hari aku sisihkan waktu khusus sebelum tidur untuk baca buku sederhana sambil tunjuk gambar. Aktivitas sesederhana ini ternyata bantu banget: anak lebih fokus, lebih responsif saat diajak bicara, dan frekuensi tantrum karena nggak bisa mengungkapkan keinginan sedikit berkurang.
Intinya, perilaku anak 1 tahun memang kadang bikin kita lelah, tapi sebagian besar adalah bagian dari tumbuh kembang normal. Dengan menyiapkan ide bermain harian seperti merangkak, jalan-jalan kecil di rumah, bermain sensori, sampai membaca buku, aku merasa lebih siap menghadapi perubahan perilaku ini. Bukan cuma anak yang belajar, tapi aku juga belajar sabar dan lebih memahami cara mereka berkembang.
gimana kalo narik tisu jadi berantakan terus dong bun😂