Pertama kali kena Flu Singapur
#PengalamanKu anak aku 3hari yg lalu muncul sariawan di lidah 1, agak gede. Trus malemnya dia ngeluh gaenak badan dan agak demam sedikit. Belum aku kasih obat, aku kira kedinginan soalnya suhunya emang lagi dingin bgt trus angin gede bgt
Besoknya sariawan itu pindah ke lidah bagian depan, anak ku udah mulai ngeluh sakit saat bicara dan makan. kemudian muncul lah bintik2 di telapak tangan, aku kira alergi anak ku kambuh. Sorenya badan agak anget lagi. udah mulai curiga deh aku, sariawan makin banyak. Telapak tangan dan kaki mulai muncul bintik2 merah
Aku bawalah ke dokter dan bener kena flu singapur, gaada obatnya. cuma ngandelin daya tahan tubuh, obat pun cuma meredakan gejalanya
Btw anak aku umur 5tahun 4bulan, adakah disini moms yg anaknya pernah sakit yg sama?
Sariawan nya yg sangat mengganggu bikin anak rewel, ini hari ke3 sariawan blm membaik
Adakah tips ampuh meredakan sariawan? #Hello2026 #MauTanya #momsoflemon8
Flu Singapur, juga dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD), memang sangat mengganggu terutama pada anak-anak usia balita hingga sekolah dasar. Dari pengalaman saya, gejala awal flu ini sering kali berupa sariawan yang cukup besar di lidah atau mulut, membuat anak sulit untuk makan dan berbicara. Sariawan yang menyakitkan biasanya diikuti demam ringan dan munculnya bintik merah atau ruam di telapak tangan dan kaki. Dalam menghadapi kasus flu Singapur, yang penting adalah menjaga kebersihan mulut dan tubuh anak agar tidak makin menyebarkan virus. Saya rutin membersihkan mulut anak dengan obat kumur khusus anak dan memastikan ia minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi akibat sulit makan. Karena belum ada obat untuk membasmi virus ini, kami fokus pada perawatan untuk meredakan gejala, misalnya menggunakan obat pereda panas bila demam meningkat. Selain itu, saya memberikan makanan yang lembut dan dingin seperti es krim atau buah beku untuk membantu mengurangi rasa sakit sariawan. Hindari makanan asam atau pedas yang bisa memperparah luka di mulut. Pastikan juga anak beristirahat cukup agar sistem kekebalan tubuhnya bisa bekerja optimal melawan virus. Saran saya bagi para orang tua yang anaknya mengalami Flu Singapur, jangan panik dan segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Komunikasi dengan anak penting agar dia merasa nyaman dan terbantu mengelola rasa sakitnya. Pengalaman ini juga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan penderita flu Singapur, karena virus ini sangat mudah menular. Semoga tips dan pengalaman sederhana ini bermanfaat terutama bagi moms yang sedang menghadapi situasi serupa.


cepet sembuh ya nak 🥰. sariawan olesin madu coba mam. atau pake obat apotek bisa ga sih.