WAJIB TAU!!
Assalamu'alaikum sahabat Lemon 🍋🥰
Apakah kalian tau, ada hal-hal yang bisa membatalkan puasa??
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga,
tapi menjaga hati, lisan, dan perbuatan.
Mari kita jaga diri dari hal-hal yang membatalkan,
agar Ramadhan kita penuh pahala dan keberkahan 🥰🍋
Jangan biarkan satu kelalaian
menghapus pahala seharian.
Jaga puasa, jaga hati,
raih ridha Ilahi.
semoga bermanfaat ya 🙏🏻🤗
Kalau lagi puasa Ramadhan, pertanyaan yang paling sering muncul biasanya seputar makan dan minum: "Kalau nggak sengaja minum, batal nggak?" atau "Kalau keluar mani dengan sengaja gimana?" Aku juga dulu sering bingung, jadi pelan-pelan aku belajar dari kajian ustaz dan buku fiqih, lalu aku praktekin di keseharian. Pertama soal tidak sengaja minum saat puasa. Misalnya kamu lagi puasa, terus refleks minum karena lupa sedang puasa, atau bangun tidur sahur telat dan masih minum padahal adzan Subuh sudah berkumandang tapi kamu bener-bener nggak sadar. Dalam banyak penjelasan ulama, lupa makan atau minum **tidak membatalkan puasa**, selama betul-betul lupa dan begitu ingat langsung berhenti. Jadi kuncinya: benar-benar lupa, bukan pura-pura lupa. Kalau kamu menyadari, langsung berhenti, kumur-kumur (tanpa ditelan) dan lanjutkan puasa. Berbeda cerita kalau **makan atau minum dengan sengaja**. Misalnya sudah tahu sedang puasa, tapi tetap makan camilan, minum es teh, atau sengaja mencicipi makanan sampai tertelan. Nah, ini jelas termasuk hal yang membatalkan puasa. Puasanya batal dan harus diganti (qadha) di hari lain setelah Ramadhan. Jadi kalau masak, boleh cicip rasa dengan ujung lidah selama tidak ditelan, tapi tetap hati-hati banget supaya tidak masuk ke tenggorokan. Lalu soal **mengeluarkan mani secara sengaja**. Ini juga salah satu yang sering ditanyain: apakah mengeluarkan mani secara sengaja membatalkan puasa? Jawabannya: iya, membatalkan. Contohnya seperti melakukan onani, sengaja merangsang diri sendiri, atau tindakan lain yang diniatkan untuk mengeluarkan mani. Puasa menjadi batal dan wajib qadha. Berbeda dengan mimpi basah saat tidur, itu di luar kontrol kita dan **tidak membatalkan puasa**, tapi tetap wajib mandi junub sebelum ibadah selanjutnya. Di infografis yang aku buat juga aku tulis beberapa hal lain yang membatalkan puasa, seperti: berhubungan suami istri di siang hari Ramadhan, muntah dengan sengaja, hilang akal (misalnya mabuk), haid atau nifas yang keluar di siang hari, serta murtad (keluar dari Islam). Semua itu membuat puasa batal dan harus diulang di hari lain (atau ada ketentuan khusus seperti kaffarah untuk hubungan suami istri di siang Ramadhan menurut sebagian ulama). Sementara itu, ada juga hal-hal yang **tidak membatalkan puasa**: lupa makan/minum, muntah tanpa sengaja, kumur-kumur tanpa tertelan, dan suntikan non-nutrisi (misalnya obat yang bukan untuk mengenyangkan). Tapi tetap usahakan jangan berlebihan saat berkumur ketika wudhu supaya air tidak tertelan. Dari semua ini, pelajaran yang aku ambil: puasa bukan cuma soal menahan lapar dan dahaga, tapi juga belajar jujur sama diri sendiri. Kalau memang sengaja, jangan dipaksakan seolah-olah masih sah, lebih baik akui, bertaubat, dan ganti puasanya. Tapi kalau betul-betul lupa minum atau makan, jangan terlalu menyalahkan diri, lanjutkan puasa dan jadikan itu pengingat untuk lebih fokus. Semoga penjelasan ini bikin kita lebih tenang dan paham cara menjaga puasa Ramadhan biar pahala nggak "bocor" di tengah jalan.






