... Baca selengkapnyaBelakangan ini aku lagi sering banget bikin makaroni brulee buat bekal, soalnya praktis dan anak-anak juga doyan. Biasanya aku padukan sama telur orak-arik kuning cerah, ayam pokpok renyah, dan sedikit selada hijau biar ada sayurnya. Sekalian aku tulis versi yang biasa kupakai di rumah, siapa tahu bisa jadi inspirasi.
Untuk dasar makaroni brulee, aku pakai makaroni pipa kecil yang direbus al dente (jangan terlalu lembek). Setelah tiris, aku campur dengan saus putih (bechamel) yang krimi. Saus putihnya simpel: tumis bawang putih dan bawang bombai dengan sedikit margarin atau butter, lalu masukkan tepung terigu, aduk sampai agak kental, baru tuang susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai halus dan licin. Bumbuin dengan garam, lada, kaldu bubuk, dan sedikit pala kalau suka.
Supaya makaroni schotel brulee lebih berisi, biasanya aku tambahkan sosis atau ayam suwir. Kalau pakai ayam, aku tumis dulu dengan bawang putih dan sedikit kecap asin biar ada rasa gurihnya. Semua bahan (makaroni, saus putih, topping protein) lalu dicampur jadi satu, baru dimasukkan ke wadah tahan panas. Di foto yang pernah aku buat, aku pakai tiga wadah: dua kecil dan satu besar, jadi enak untuk porsi bekal.
Bagian brulee-nya biasanya identik dengan permukaan keju yang cokelat keemasan. Aku taburi bagian atas dengan campuran keju parut dan sedikit oregano atau rempah kering lain, lalu panggang sampai atasnya kecokelatan. Kalau tidak punya oven, bisa pakai teflon dengan api sangat kecil dan ditutup, atau pakai air fryer. Yang penting, permukaan jadi agak kering dan keju meleleh.
Supaya makin lengkap untuk ide bekal, aku siapkan juga telur orak-arik. Cara favoritku: kocok telur dengan sedikit susu dan garam, lalu masak dengan mentega sampai teksturnya lembut dan moist, jangan terlalu kering. Untuk ayam pokpok, aku potong ayam kecil-kecil, marinasi dengan bawang putih, garam, lada, lalu balur tepung bumbu dan goreng sampai renyah. Disusun dalam kotak bekal bareng selada hijau segar, kelihatan cantik dan menggugah selera, mirip seperti yang tergambar di deskripsi OCR.
Tips tambahan dari pengalamanku, makaroni brulee enak dijadikan stok. Biasanya aku buat agak banyak, simpan di kulkas dalam wadah, dan tinggal dipanggang pagi hari saat mau dijadikan bekal. Makaroni brulee ini juga cocok kalau mau dijual per cup; tinggal sesuaikan ukuran loyang, topping, dan kemasannya. Dengan kombinasi makaroni brulee krimi, ayam pokpok renyah, dan telur orak-arik lembut, satu kotak bekal sudah terasa seperti menu kafe versi rumahan yang hemat dan mengenyangkan.