... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku termasuk tim yang suka mikir, “Ah, masih bisa dipakai kok,” walau celana dalam udah agak kuning atau ada jamur dikit. Tapi setelah cari info dan ngobrol sama temen yang kerja di klinik, aku baru sadar kalau celana dalam berjamur atau sobek itu bisa bahaya banget buat kesehatan kulit dan area intim.
Pertama, soal celana dalam berjamur atau celana dalam berjamur hitam. Jamur di celana dalam biasanya muncul karena kain lembap, nggak kering sempurna waktu dijemur, atau bahannya nggak standar dan susah kering. Jamur itu bisa pindah ke kulit, bikin gatal, ruam, sampai infeksi jamur di area sensitif. Kalau kamu lihat noda hitam-hitam kayak jamur di kain, apalagi baunya kurang enak, mending jangan dipakai lagi. Celana dalam jamuran sebaiknya langsung dibuang, bukan cuma dicuci ulang.
Penyebab celana dalam berjamur sering banget dari cara jemur celana dalam yang kurang benar. Kadang kita jemur di kamar mandi yang lembap, atau numpuk banyak-banyak jadi nggak kena angin. Sekarang aku usahain jemur di tempat yang kena matahari langsung atau minimal sirkulasi udaranya bagus. Hindari melipat atau nyimpen celana dalam kalau masih agak lembap, karena itu bikin jamur makin gampang tumbuh.
Terus, kenapa celana dalam kuning? Noda kuning di celana dalam wanita atau pria bisa datang dari keringat, keputihan, urine yang nggak bersih kesek, bahkan sabun atau detergen yang ninggalin residu. Bercak kuning di celana dalam anak 4 tahun juga biasanya dari pipis atau kotoran yang nggak langsung dibersihkan. Kalau noda kuningnya permanen, kainnya udah kelihatan buluk dan seratnya rusak, itu tanda celana dalam rusak dan waktunya diganti. Bercak hijau di celana dalam atau bercak putih kental, apalagi kalau disertai bau nggak enak, bisa tanda infeksi dan sebaiknya periksa ke dokter.
Banyak juga yang nanya, apakah celana dalam berjamur boleh dipakai atau celana dalam berjamur apakah bahaya. Menurut pengalamanku baca-baca dan saran tenaga kesehatan, sebaiknya jangan dipakai lagi. Risiko iritasi, alergi, dan infeksi nggak sebanding sama “sayang buang”. Harga satu celana dalam baru jauh lebih murah daripada biaya berobat.
Kalau soal cd sobek atau celana dalam sobek, walau cuma sobek dikit di pinggir, itu nunjukin kualitas kain atau jahitannya udah menurun. Sobekan kecil bisa bikin kulit kegesek, benangnya nyangkut di rambut halus, sampai bikin nggak nyaman dipakai. Aku biasanya langsung pisahin cd sobek ke kantong khusus buat dijadikan lap atau langsung dibuang, supaya nggak ketuker kepakai lagi.
Sekarang aku juga lebih milih bahan yang aman: modal yang lembut dan menyerap keringat, nilon yang cepat kering buat cadangan kalau lagi sering olahraga, dan katun murni dengan jahitan overlock halus biar nggak gampang sobek. Kuncinya: jaga tetap kering, ganti rutin (minimal 2x sehari kalau lagi banyak aktivitas), dan jangan ragu buang kalau sudah kuning parah, berjamur, atau sobek. Kesehatan area intim jauh lebih penting daripada sayang sama satu celana dalam lama.
Lihat komentar lainnya