cuman sebatas hamba

Mustikarasa Cafe & Resto
2025/10/14 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKalimat “posisimu hanya sebatas hamba tapi sifatmu melebihi sang Maha Kuasa” itu pertama kali aku sadari justru saat lagi di titik jatuh. Dulu aku pernah punya masa di mana merasa semua bisa aku atur sendiri. Kalau ada yang nasihatin, rasanya nggak terima. Padahal, kalau dipikir-pikir, aku ini cuma hamba, bukan yang kuasa. Tulisan di foto, “hanya sebatas hamba, bukan yang kuasa, maka jangan pernah bertingkah seolah-olah yang punya dunia” bener-bener nyentil aku. Kadang kita nggak sadar, cara kita ngomong ke orang tua, ke teman, bahkan di media sosial, seolah-olah pendapat kita yang paling benar. Dari situ aku mulai belajar ngerem ego sendiri. Ada satu kejadian, waktu itu lagi di puncak-puncaknya nyaman: kerja lancar, circle pertemanan banyak, sosial media lumayan rame. Tanpa disadari, aku jadi gampang meremehkan orang lain. Sampai satu waktu, semuanya pelan-pelan hilang. Kerjaan kena masalah, teman berkurang, dan di situ aku baru ngerasain makna kalimat “jangan pernah angkuh karena semua orang punya jatah untuk jatuh”. Ternyata benar, kita ini nggak punya kendali penuh atas dunia. Dari pengalaman itu, aku jadi lebih hati-hati sama sifat sombong yang halus, misalnya: - Merasa paling sibuk dan penting dibanding orang lain. - Susah minta maaf meski jelas-jelas salah. - Ngerasa hidup orang lain lebih ‘kecil’ dari hidup kita. Sekarang kalau lagi kebawa emosi, aku suka ingat kalimat di gambar: “peran kita di dunia” itu cuma sebagai hamba. Bukan raja, bukan penguasa, bukan pemilik skenario. Tugas kita berusaha, berbuat baik, dan nggak menyakiti orang lain dengan kesombongan. Kalau kamu lagi ngerasa hidupmu berat atau lagi di posisi jatuh, jangan langsung mikir itu akhir segalanya. Kadang itu cara halus Tuhan buat ngebuka mata kita: biar sadar kalau kita bukan siapa-siapa tanpa izin-Nya. Dari situ pelan-pelan belajar rendah hati, nerima, dan memperbaiki diri. Intinya, kalimat “posisimu hanya sebatas hamba tapi sifatmu melebihi sang Maha Kuasa” bisa jadi cermin buat kita. Bukan buat menjatuhkan diri sendiri, tapi buat ngingetin supaya nggak kebablasan dalam bersikap. Dunia ini bukan punya kita, dan kita cuma numpang lewat. Jadi, selama masih dikasih kesempatan hidup, semoga kita bisa jalani peran sebagai hamba dengan lebih tenang, nggak angkuh, dan lebih banyak bersyukur.