MIX N MATCH
Haii Lemonade 🍋
#DiskusiYuk 🥹🥹
Aku butuh pencerahan nih dari temen temen di Lemon8_ID.
Aku kira akhir tahun itu cuma sekedar kalender, tapi ternyata menjelang #akhirtahun2025 aku struggle dengan statusku.
Tiap hari aku selalu merasa berjalan dan berjuang di antara 2 dunia: tanggung jawab dan rasa bersalah yang sering datang bersamaan. Ingin ada di setiap momen anak, tapi juga harus tetap bekerja demi kebutuhan dan masa depan keluarga. Rasanya ingin resign setiap kali mau berangkat kerja, tapi masih ada kebutuhan yang harus dipenuhi. 😭😭
Di satu sisi, aku takut kehilangan moment tumbuh-kembang anak, apalagi di fase Golden Age, yang katanya fase dimana dasar-dasar basic manner perlu diajarkan karena nantinya itu yang akan menjadi cikal bakal karakter si anak. Tapi di sisi lainnya, aku ingin masa depan anakku terjamin, jadi aku berusaha memperjuangkannya.
Pagi-pagi aku rapi, keluar rumah, bekerja seperti biasa. Di jalan aku baik-baik saja. Di kantor aku terlihat mampu. Di rumah aku tidak lupa selalu berusaha menjadi ibu.
Tapi entah kenapa, selalu ada bagian diri yang terasa seperti sesak dimanapun aku berada.
Saat bekerja, aku merasa was-was terpikir rumah yang aku tinggalkan. Saat ijin di rumah, aku merasa belum selesai dengan pekerjaan dan masih sibuk melayani WA/call dari klien / atasan.
Aku sering bilang ke diri sendiri
“ini demi anak”,
lalu di waktu lain berbisik
“ini juga demi aku”.
Dan di situlah aku bingung. Mana yang jujur, mana yang hanya cara agar tidak merasa bersalah.
Kadang aku membayangkan berhenti. Bukan karena lelah bekerja, tapi lelah menenangkan perasaan sendiri setiap hari. Di hari lain, aku membayangkan tetap menjadi #workingmom. Aku takut jika suatu saat aku hanya dikenal sebagai #irt dan dilupakan siapa aku sebelumnya. Apalagi.. sekarang ini marak sekali isu perselingkuhan.
Di akhir tahun ini, aku ingin menemukan jawabannya. Agar aku bisa menjalani hidup lebih lepas dan lebih legowo.
Aku tidak yakin dengan pilihanku. Kalau kalian jadi aku, kalian akan pilih mana?
✅ Kerja aja dulu, resign kemudian
✅ Fokus urus anak, rejeki sudah terjamin
✅ Kerja selamanya demi masa depan
-----
Oh iya, hari ini aku pakai background foto cerah karena harapanku suasana hatiku akan segar seperti outfit yang aku pakai.
🛒 Spill Produk :
Tunik : link Bio No 30
Rok : link Bio No 33
Tas : link Bio No 31
Jilbab : link Bio No 29
Sneakers : link Bio No 32
Menjadi seorang ibu yang juga berkarier memang tidak mudah, terutama saat mendekati akhir tahun seperti sekarang ini, saat perasaan campur aduk antara tanggung jawab dan rasa bersalah seringkali menghampiri. Banyak working mom mengalami perasaan tercekik, merasa kurang fokus di rumah maupun di kantor. Mereka ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak mereka, terutama di fase Golden Age di mana perkembangan karakter dan basic manner anak dibentuk secara intens. Fenomena ini mendorong banyak ibu untuk mencari keseimbangan atau bahkan pertimbangan untuk mengambil keputusan penting, seperti berhenti bekerja atau melanjutkan karier demi masa depan keluarga. Kekhawatiran akan kehilangan momen-momen berharga dengan anak sering dipertimbangkan bersamaan dengan kebutuhan finansial dan perasaan untuk tetap produktif dan dikenal lebih dari sekadar peran sebagai ibu rumah tangga (#irt). Selain itu, tekanan sosial juga turut memengaruhi: isu perselingkuhan yang marak saat ini bisa menimbulkan ketakutan tersendiri bagi ibu bekerja sehingga menambah beban pikiran. Dalam mix n match hidup ini, penggunaan outfit cerah dan aksesori seperti Cutie Slingbag, tunik pinguin, dan rok BKK Bunga yang dipakai sang ibu juga bisa menjadi mood booster dan sumber energi positif. Penampilan yang fresh memberi efek semangat agar tetap kuat menjalani keseharian yang penuh tantangan. Bagi para ibu yang sedang berada pada titik kebingungan seperti ini, penting untuk menyadari bahwa tidak ada keputusan yang sempurna. Menimbang antara manfaat dan pengorbanan dari setiap pilihan, berdiskusi dengan pasangan maupun komunitas ibu bekerja, bisa membantu menemukan solusi terbaik. Menjaga komunikasi terbuka dengan keluarga dan pekerjaan juga menjadi kunci agar tidak merasa tertekan dan selalu mendapat dukungan. Terakhir, jangan lupa untuk mengutamakan kesehatan mental dan fisik diri sendiri, karena ibu yang bahagia adalah kunci dari keluarga yang harmonis. Menghadapi akhir tahun dengan pikiran jernih dan hati lapang, semoga setiap ibu dapat menemukan jalan terbaik dalam perjalanan hidupnya sebagai working mom dan ibu rumah tangga yang membahagiakan.
