Sejumlah barang kuno peninggalan masa Kesultanan Aceh dipamerkan pada acara Pameran Kebudayaan di Gedung Meusapat Ureung Pidie, Minggu - Kamis (25-29 Mei 2025).
Barang-barang kuno yang dipamerkan pada kegiatan itu adalah bagian atas 50 persen dari koleksi Pedir Museum.
Pameran ini dilaksanakan dalam rangkaian acara Meuseuraya Akbar, yang dilaksanakan oleh Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) atas dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, melalui DANA Indonesiana dan lpds.
Direktur Pedir Museum yang juga Wakil Ketua Mapesa, Masykur Syafruddin mengatakan, satu di antara barang-barang yang dipamerkan adalah koin (mata uang) kuno peninggalan Dinasti Bizantium atau Romawi Timur yang menjadi negara adidaya pada abad keempat hingga abad 15.
"Ini pertama kalinya koin kuno ini kami pamerkan kepada publik," kata Masykur, di lokasi pameran Kamis (29/5/2025).
Ada 3 keping koin Bizantium yang dipamerkan. Pada salah satu koin terdapat tulisan tahun produksi 1911 atau abad ke 12 Masehi.
Simak selengkapnya dalam video..
#pidie
#aceh
#sejarahaceh
#mapesa
#meuseuraya
#kementeriankebudayaan
#danaindonesiana
#lpds
Gedung Meusapat Ureung Pidie bukan hanya tempat pameran biasa, melainkan pusat pelestarian budaya Aceh yang penuh histori. Saat saya berkunjung ke pameran ini, suasana kental dengan nuansa sejarah yang membuat pengunjung seperti diajak masuk ke masa lampau. Di sana, koleksi Pedir Museum yang dipamerkan mencapai setengah dari total koleksi mereka, termasuk koin-koin Bizantium yang melambangkan hubungan perdagangan dan budaya lintas benua. Selain koin, ada berbagai artefak lain yang menunjukkan kemegahan Kesultanan Aceh di masa kejayaannya. Kegiatan seperti Meuseuraya Akbar yang diselenggarakan oleh Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) ini penting untuk menjaga warisan lokal tetap hidup dan dikenal luas. Dukungan dari DANA Indonesiana dan LPDS memastikan acara berjalan lancar dan menarik perhatian generasi muda. Bagi yang ingin belajar sejarah Aceh lebih dalam, Gedung Meusapat Ureung Pidie adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Selain bisa melihat koleksi berharga, pengunjung juga bisa mendapat penjelasan informatif langsung dari para ahli sejarah dan kurator museum. Saya pribadi merasa pengalaman ini membuka mata dan menambah kecintaan saya terhadap budaya Aceh.














