Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi @bupatirakyat @isfarxknloo memastikan pembangunan jembatan di Gampong Alue Mirah, Kecamatan Pante Bidari  akan segera direalisasikan tahun ini.
Jembatan tersebut ambruk sejak 2023 dan sangat dibutuhkan masyarakat sebagai akses utama lintas kecamatan.
Pembangunan jembatan ini akan dibiayai dari anggaran mobil dinas pribadi Bupati yang dicoret, dan dialihkan seluruhnya untuk kepentingan tersebut.
Simak penjelasan lengkap Bupati Alfarlaky dalam video ini.
Pembangunan jembatan penghubung di Gampong Alue Mirah, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, merupakan langkah strategis untuk memperbaiki akses transportasi yang vital bagi masyarakat setempat. Jembatan yang ambruk sejak tahun 2023 sebelumnya menjadi penghambat aktivitas ekonomi dan sosial karena memutus jalur lintas antar kecamatan. Alih-alih menunggu anggaran pemerintah pusat atau daerah yang luas prosedurnya, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengambil inisiatif dengan mengalokasikan dana pembangunan dari anggaran mobil dinas pribadinya. Keputusan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah lokal dalam mempercepat pemulihan dan pembangunan infrastruktur penting secara mandiri. Pengalihan anggaran mobil dinas bukan hanya menandakan penghematan, tetapi juga simbol kepemimpinan yang responsif dan proaktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Selain berfungsi sebagai sarana transportasi, keberadaan jembatan ini juga meningkatkan mobilitas warga, mempermudah akses ke fasilitas pendidikan, kesehatan, serta memperlancar distribusi barang dan jasa. Dalam konteks infrastruktur wilayah Aceh Timur, proyek ini menjadi contoh penting bagaimana dana anggaran dapat difokuskan pada kebutuhan mendesak. Pendekatan ini sesuai dengan prinsip transparansi dan keberpihakan kepada masyarakat, menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lebih jauh, penggunaan dana pribadi Bupati untuk kepentingan umum menunjukkan integritas dan dedikasi tinggi dalam jabatan publik. Praktik demikian sangat penting dalam menciptakan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah daerah dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Selain itu, proyek pembangunan jembatan ini juga diharapkan mampu menarik perhatian pihak terkait lainnya untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Aceh Timur dan wilayah sekitarnya. Pemerintah pusat, provinsi, maupun swasta diharapkan dapat mengambil bagian dalam memperkuat konektivitas daerah demi mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan demikian, pembangunan jembatan di Gampong Alue Mirah bukan hanya akan memulihkan akses lintas kecamatan yang terhenti, tapi juga menjadi simbol kebangkitan dan semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.


































































