Bertemu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (FH UBK), Muhammad Abdi Maludin, di Kantor Tribunnews.com, di Palmerah, Jakarta, Rabu 17 Juni 2026.
Dalam podcast di Studio Tribunnews, Abdi bercerita terkait pertemuan antara pihaknya dan Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).
Sekilas informasi, pertemuan itu terjadi saat aksi demonstrasi yang digelar BEM UBK. Dalam pertemuan tersebut, ada 15 orang yang diperkenankan untuk berdiskusi dengan Gibran.
Abdi menuturkan salah satu yang didiskusikan dalam pertemuan tersebut yakni terkait program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Tonton selengkapnya di kanal Youtube Tribunnews.com
Pengalaman bertemu langsung dengan Wakil Presiden tentunya menjadi momen tak terlupakan bagi setiap mahasiswa yang aktif mengawal aspirasi kampus dan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdi Maludin, menyampaikan bahwa kesempatan berdiskusi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan wawasan baru tentang bagaimana pemerintah pusat melihat gerakan mahasiswa dan berbagai program sosial seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dari pengalaman pribadi saya yang juga pernah mengikuti aksi mahasiswa dan berdialog dengan pejabat tinggi negara, momen seperti ini sangat penting untuk menjembatani aspirasi mahasiswa dengan kebijakan pemerintah. Diskusi yang terjadi bukan hanya menyangkut tuntutan awal demonstrasi, tetapi juga pembahasan solusi konkret seperti pengembangan koperasi desa yang dapat memberdayakan masyarakat lokal. Program Koperasi Desa Merah Putih yang dibahas pun menjadi topik menarik karena menitikberatkan pada peran generasi muda dalam meningkatkan perekonomian daerah lewat koperasi berbasis desa. Dengan adanya dialog terbuka antara mahasiswa dengan Wakil Presiden, harapannya mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengkritik, tapi juga sebagai bagian dari solusi pembangunan nasional. Saat saya mengikuti acara serupa, keberanian berbicara langsung di hadapan pejabat tinggi negara memperkuat rasa tanggung jawab dan kematangan berpikir sebagai calon pemimpin masa depan. Selain itu, proses pertemuan seperti ini juga memudahkan komunikasi dua arah yang lebih efektif antara mahasiswa dan pemerintah. Kesimpulannya, pengalaman Ketua BEM FH UBK bertemu Wakil Presiden Gibran menegaskan pentingnya peran mahasiswa tidak hanya dalam aksi maupun orasi, tapi juga dalam dialog konstruktif yang menghasilkan rekomendasi dan program nyata seperti KDMP. Semoga cerita ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus bersuara sekaligus berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.




