Kuliner Jakarta Pusat🤩

2025/12/28 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPertama kali diajak teman ke Coto Makassar Syamsul Daeng Ngawing di Senen, aku sempat ragu karena biasanya cuma makan coto kalau lagi di Makassar. Ternyata di Jakarta Pusat pun bisa nemu coto Makassar yang rasanya cukup autentik, dan yang paling menyenangkan: bukanya 24 jam. Jadi mau datang pagi, siang, atau habis lembur tengah malam pun tetap aman. Menu utamanya tentu Coto Makassar. Di sini kamu bisa pilih mau pakai ketupat atau buras. Buat yang belum familiar, buras itu mirip lontong tapi dibungkus daun pisang, teksturnya lebih padat dan gurih. Menurutku, kuah coto yang kental dan berbumbu ini paling cocok dimakan dengan buras karena lebih menyatu dan bikin cepat kenyang. Tapi kalau kamu lebih suka tekstur lembut berkuah banyak, ketupat juga enak banget dijadikan pendamping. Satu porsi coto biasanya isi daging dan jerohan, tapi kamu bisa request bagian tertentu, misalnya full daging saja. Kuahnya berwarna cokelat pekat dengan aroma rempah dan kacang yang kuat. Di meja sudah tersedia bawang goreng, daun seledri, jeruk nipis, dan sambal. Tips dariku: tambahkan jeruk nipis agak banyak dan sedikit sambal, rasanya langsung naik level, gurih tapi tetap segar. Selain coto, di meja juga banyak jajanan khas Makassar seperti jalangkote dan bikangdoang. Jalangkote ini semacam pastel goreng dengan isi bihun, kentang, dan wortel; biasanya dimakan pakai saus cuka pedas-manis. Bikangdoang cocok buat yang suka kue tradisional manis, teksturnya lembut dan wangi. Kalau datang rombongan, seru banget pesen beberapa macam camilan ini buat dicoba bareng-bareng. Untuk minuman, favoritku di sini adalah es markisa dan es jeruk, tapi ada juga es palubutung. Es palubutung ini dessert khas Makassar berupa pisang kukus dengan es serut dan sirup merah; manis dan segar, pas banget jadi penutup setelah makan coto yang berat. Kalau lagi kepanasan habis jalan-jalan di sekitar Pasar Senen, semangkuk es palubutung benar-benar menyelamatkan. Dari segi harga, menurutku masih terjangkau untuk ukuran Jakarta Pusat. Satu porsi coto Makassar dengan ketupat atau buras biasanya di kisaran belasan sampai dua puluh ribuan, tergantung tambahan dan pilihan daging. Jajanan seperti jalangkote dan bikangdoang harganya lebih murah per biji, jadi enak buat dicemil-cemil. Minuman seperti es markisa, es jeruk, atau es palubutung juga masih bersahabat di kantong. Lokasinya berada di kawasan Senen, mudah dijangkau kendaraan umum maupun motor dan mobil pribadi. Malam hari suasana depan restoran cukup ramai, banyak motor terparkir dan papan nama "Coto Makassar" terlihat jelas, jadi tidak terlalu sulit ditemukan. Kalau datang jam makan siang atau malam minggu, siap-siap sedikit antre karena tempat ini memang cukup legendaris di kalangan pecinta coto Makassar di Jakarta. Buat kamu yang lagi cari coto Makassar di Jakarta, khususnya area Senen atau Kebon Sirih, tempat ini bisa jadi pilihan. Apalagi kalau kangen suasana dan makanan khas Makassar tapi belum sempat pulang kampung. Menurutku, kombinasi coto Makassar panas dengan buras, ditutup es palubutung atau es markisa, sudah cukup bikin rasa kangen Makassar agak terobati.