... Baca selengkapnyaAku dulu juga sempat bingung, "qobul hajat ya Allah" itu artinya apa sih dan bagaimana cara mengamalkannya di hari Arafah agar hajat benar-benar dikabulkan. Setelah ikut beberapa kajian dan baca-baca, akhirnya aku coba praktik sendiri dan rasanya memang beda banget suasananya.
Secara sederhana, qobul hajat itu artinya dikabulkannya permintaan atau keinginan kita oleh Allah. Jadi ketika kita mengucap "Ya Allah, qobul hajat", sebenarnya kita sedang memohon dengan penuh harap agar semua doa dan keinginan yang baik diberikan jalan oleh Allah. Di hari Arafah, banyak ulama bilang ini termasuk salah satu waktu mustajab, jadi sayang banget kalau dilewatkan tanpa doa yang serius.
Salah satu amalan yang sering disarankan adalah membaca surat Al-Ikhlas 1000x, diawali dengan bismillah, dari Subuh sampai Ashar. Cara praktisnya, aku biasanya bagi-bagi bacaan supaya tidak terasa berat. Misalnya setelah Subuh baca 200x, setelah Dhuha 200x, menjelang Zuhur 200x, setelah Zuhur 200x, dan menjelang Ashar 200x. Sambil membaca, aku usahakan benar-benar menghadirkan makna bahwa Allah itu Esa, tempat bergantung segala hajat kita.
Setelah selesai bacaan Al-Ikhlas, baru aku fokus berdoa untuk hajat. Biasanya aku mulai dengan istighfar, kemudian shalawat, baru menyebutkan satu per satu hajat yang ingin aku sampaikan. Misalnya urusan rezeki, jodoh, ketenangan hati, keselamatan keluarga, dan lain-lain. Di bagian ini aku sering memakai kalimat spontan: "Ya Allah, qobul hajatku" sambil menyebutkan detail permintaannya, bukan hanya umum saja.
Yang menurutku penting, jangan hanya mengandalkan lafaz "qobul hajat" sebagai semacam "mantra". Lebih daripada itu, hati kita harus benar-benar yakin dan pasrah. Aku juga belajar untuk memperbaiki hal lain: perbanyak sedekah kalau mampu, jaga salat wajib, hindari maksiat, karena semua itu mendukung doa kita supaya lebih layak dikabulkan.
Di hari Arafah, kalau tidak sedang wukuf di Arafah, kita tetap bisa menghidupkan hari ini dengan puasa (kalau mampu), kemudian memperbanyak zikir, istighfar, dan doa. Suasananya aku buat seperti sedang "curhat total" ke Allah. Biasanya aku ambil waktu khusus setelah Ashar atau menjelang Magrib untuk duduk tenang, menutup HP, dan hanya fokus bermunajat.
Aku juga menyadari, tidak semua hajat langsung terlihat qobul dalam bentuk yang kita mau. Kadang Allah mengabulkan dengan cara yang berbeda, atau ditunda. Tapi pengalaman selama ini, saat aku benar-benar serius di hari Arafah, nanti akan muncul kemudahan-kemudahan yang sebelumnya tidak terpikir. Itu yang membuatku yakin bahwa doa hari Arafah dan bacaan seperti Al-Ikhlas 1000x dari Subuh hingga Ashar punya pengaruh besar untuk membuka pintu qobul hajat.
Jadi kalau kamu lagi cari cara supaya hajat dikabulkan, boleh banget coba amalan ini di hari Arafah: perbanyak istighfar, baca Al-Ikhlas 1000x diawali bismillah dari Subuh hingga Ashar, lalu luangkan waktu untuk berdoa dengan kalimat yang jujur dari hati, termasuk menyebut "Ya Allah, qobul hajatku" sambil yakin bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan.