Membuat Iner Dress
Haii guysss,
Hari ini aku buat iner Dress untuk wanita dewasa,
Kemarin kan untuk Anaknya, nah sekarang untuk ibunya
Waktu pertama kali coba bikin inner baju atau inner dress untuk dipakai sendiri, tantangan terbesarku justru di bagian pola. Kelihatannya simpel karena modelnya tanpa lengan, tapi kalau salah pola sedikit aja, jatuhnya bisa terlalu ketat di dada atau kebesaran di bagian ketiak. Biasanya aku mulai dengan ukur badan dulu: lingkar dada, lingkar pinggang, lingkar pinggul, panjang dress dari pundak sampai bawah lutut, dan lebar bahu. Setelah itu baru aku gambar pola dress tanpa lengan di kertas pola. Trik kecil dariku, bagian ketiak dan leher jangan dibuat terlalu kaku, kasih sedikit lengkungan yang halus supaya saat dipakai lebih nyaman dan nggak bikin lecet. Untuk bahan inner dress, aku paling suka pakai bahan rayon, katun stretch, atau kaos yang agak jatuh karena lebih adem dan nggak nerawang kalau dipakai sebagai dalaman. Kalau untuk iner ruffle atau model yang ada rempel di bawah, aku biasanya pilih bahan yang jatuh tapi tetap ringan, jadi rufflenya jatuh manis, bukan mengembang kaku. Proses potong kain menurutku penting banget. Aku selalu pastikan kain dirapikan dulu, dilipat rapi sesuai arah serat kain, baru taruh pola di atasnya. Jangan lupa kasih tambahan kampuh sekitar 1–1,5 cm di sisi pinggir dan bahu, plus kampuh bawah untuk lipatan bawah dress. Kalau baru belajar, boleh banget tandai dulu pakai kapur atau rader supaya jahitan lebih lurus dan rapi. Saat masuk ke proses menjahit, pasti ada aja hal kecil yang bikin kerjaan agak lama, entah benang putus, jarum patah, atau mesin jahit ngadat. Aku biasanya santaiin dulu, matikan mesin, cek pelan-pelan, baru lanjut lagi. Justru dari hal-hal kecil kayak gitu kita jadi makin paham karakter mesin jahit dan teknik menjahit yang cocok. Untuk jahit inner dress, aku suka mulai dari bahu dulu, lanjut sisi samping badan, baru finishing di bagian leher, ketiak, dan bawah dress. Kalau punya obrasan, hasilnya memang lebih rapi, tapi kalau belum punya, kelim zigzag di tepi juga cukup oke selama dikerjakan dengan teliti. Yang penting ujung kainnya nggak mudah mbrudul. Aku juga pernah bikin versi inner dress pasangan: satu untuk anak, satu untuk ibunya. Polanya mirip, cuma beda ukuran. Seru banget lihat hasil akhirnya bisa kembaran, dan yang pesan juga senang karena inner-nya jatuhnya pas dan nyaman. Di situ aku makin yakin kalau basic pola dress tanpa lengan itu wajib dikuasai, karena bisa banget dikembangkan jadi berbagai model, mulai dari iner simpel sampai iner ruffle yang lebih manis. Kalau kamu lagi belajar pola dres tanpa lengan, saran dariku: jangan takut salah. Coba dulu pakai kain murah atau kain perca besar buat percobaan. Setelah merasa pas di badan sendiri, baru deh pakai bahan yang lebih bagus. Lama-lama tangan jadi terbiasa, hasil jahitan makin rapi, dan inner dress buatanmu bisa jadi favorit sendiri setiap hari.

























bisakah mesin ni untuk obras..mnt spill sepatu obrasnya bu