#katakataaceh
Sebagai orang yang suka banget sama kata-kata bijak daerah, aku ngerasa kata-kata Aceh itu punya rasa yang beda. Salah satu yang paling nyantol di kepala aku adalah kalimat: "Menyo mandum kapike, uronye singeh hanapule, kapike. Tanyo hudep nyo, harian kon borongan". Sekilas memang terlihat sederhana, tapi makin dipikirin, maknanya dalam banget. Buat aku, "menyo mandum kapike" itu seperti ngingatin kita kalau hidup memang ada bagiannya masing-masing. Rezeki, kebahagiaan, masalah, semua sudah ada jatahnya. "Uronyoe singeh hanapule" bisa dimaknai sebagai proses yang nggak instan, ada hari yang susah, ada hari yang ringan. Hidup itu harian, bukan "harian kon borongan" alias bukan langsung dikasih semua sekaligus. Waktu aku lagi di fase capek sama pekerjaan dan merasa hidup kok gini-gini aja, kata-kata Aceh penuh makna ini berasa nenangin banget. Aku jadi mikir, mungkin hari ini jatahnya lelah, besok bisa jadi jatahnya lega. Yang penting tetap jalan pelan-pelan. Kadang kita terlalu pengen semua beres sekaligus, padahal hidup memang dirancang bertahap. Aku juga sering pakai kata-kata ini buat nyemangatin teman. Misalnya ketika mereka lagi ngerasa tertinggal dari orang lain, aku bilang: hidup nggak dikasih "borongan". Ada waktunya kita di bawah, ada waktunya di atas. Yang penting terus gerak, jangan bandingkan jalan hidup kita dengan orang lain. Kata-kata Aceh macam ini cocok banget dijadiin pengingat kalau setiap orang punya waktunya sendiri. Selain itu, menurutku kata-kata seperti ini juga bisa bikin kita lebih bersyukur. Waktu lagi dapet hari yang tenang dan menyenangkan, aku suka keinget bagian "tanyo hudep nyo"—hidup ini singkat, jadi dinikmati pelan-pelan. Jangan cuma fokus sama kekurangannya, tapi lihat juga kebaikan kecil yang kita dapat setiap hari. Kalau kamu lagi cari kata-kata Aceh penuh makna buat caption atau sekadar penguat hati, kalimat ini bisa banget dipakai. Kamu bisa tulis di catatan harian, dijadiin status, atau sekadar disimpan di galeri foto biar tiap kali buka HP, kamu keinget kalau hidup jalan harian, bukan borongan. Cara sederhana tapi lumayan ampuh buat jaga hati tetap waras. Pelan-pelan aja, nikmati setiap uronye, karena menyo mandum kapike—semua sudah ada bagiannya masing-masing.


















































