#POVOrangTua sebagai new mom ini momment yg bikin #PerasaanKu sedih bgt🥹Alhamdulillah ga nyangka bisa ASI eksklusif sampai 22 bulan😍
Alasanku sapih anak di usia 22 bulan krn anakku sempet gtm parah,& asi ku sebelah kiri udah ga keluar.Jadinya Aku sapih di usia 22th sambil ak bilang *nen ibu sakit sekali dek udah ga keluar susunya (sambil pura2 nangis)* Eh doi jawab *dakpapa tok buk(gpapa kok buk)* & doi ikut sedih jadinya dia g tega minta nen🥹.#T
#TentangKehidupan Kata orang2 jaman dulu harus di Suwuk(di bawa ke org pintar),tapi aku ikhtiar dlu aku coba berusaha dulu eh alhamdulillah berhasil,3 hari smpet nangis kebangun pas tidur tapi ak pura2 tidur aja kalo.dia bilang mau minum air baru aku bangun & ambilkan dia minum.Selama seminggu sblm tidur pasti ku gendong dulu sambil ku sounding *km sudah besar,sudah harus blajar bobo sndiri*.Alhamdulillah sebulan setelah sapih udah bisa bobo sendiri & makanpun jadi lahap🥰
... Baca selengkapnyaWaktu mau mulai sapih, jujur aku juga bingung harus mulai dari mana. Aku coba cari kata kunci "sapih" di internet, tapi banyak banget teori yang bikin makin pusing. Akhirnya aku ambil yang paling mungkin aku terapkan: pelan‑pelan dan tetap menghargai perasaan anak.
Beberapa hari sebelum benar‑benar disapih, aku mulai sounding tiap hari. Misalnya sambil peluk dia aku bilang, "Dek, kamu sudah besar, nanti pelan‑pelan nggak nen lagi ya, gantinya makan enak sama minum susu/air." Tanpa sadar, anak itu paham loh kalau kita rutin ngomong pelan dan lembut.
Selain itu, aku juga mulai siapin “senjata” biar sapih no drama. Di foto aku tulis beberapa caraku, aku jelasin sedikit di sini:
1. Sounding
Aku nggak langsung stop mendadak. Sekitar seminggu lebih aku sounding dulu. Pas dia mau nen, aku jelasin pelan, kadang masih aku kasih, tapi durasinya aku pendekin. Jadi dia nggak kaget.
2. Tawarkan camilan
Setiap jam biasanya dia minta nen, aku ganti dengan camilan yang dia suka. Bisa buah potong, biskuit, atau yogurt. Intinya perutnya tetap terasa nyaman, jadi keinginan untuk nen pelan‑pelan berkurang.
3. Main fisik
Anakku tipe yang gampang bosan, jadi aku sering ajak main fisik: lari‑lari kecil, lompat di kasur, atau main kejar‑kejaran. Ternyata dengan capek karena bermain, dia lebih mudah dialihkan dari keinginan menyusu.
4. Bacakan cerita
Menjelang tidur, yang biasanya jadi jam rawan minta nen, aku ubah jadi waktu baca buku. Nggak perlu buku mahal, bahkan gambar‑gambar sederhana saja sambil kita karang cerita sendiri sudah cukup bikin dia fokus ke cerita, bukan ke nen.
5. Alihkan pelan‑pelan
Setiap kali dia datang dan bilang mau nen, aku peluk dulu, baru tawarkan alternatif: "Mau minum air? Mau makan? Mau baca buku?" Kadang memang tetap nangis, tapi aku usahakan tenang dan konsisten. Kuncinya jangan marah, karena buat mereka ini juga proses berpisah dari zona nyaman.
Hal lain yang menurutku penting saat sapih adalah kesiapan ibunya. Kalau kita sendiri masih baper dan ragu, biasanya anak ikut kebingungan. Aku sempat nangis diam‑diam, tapi di depan anak aku tunjukin kalau ini hal baik: dia sudah besar, dan aku tetap sayang meski sudah nggak nen lagi.
Buat bunda yang lagi cari cara sapih tanpa drama, coba mulai dari hal kecil seperti rutinitas sebelum tidur, pola makan di siang hari, dan intensitas pelukan. Nggak ada cara sapih yang benar‑benar sempurna, tapi kalau dilakukan pelan‑pelan dan konsisten, insyaAllah bisa lebih smooth dan minim air mata, baik untuk ibu maupun anak.