KOK BISA, SMUA NYALAHIN IBUNYA
#PerasaanKu sedih bgt kalo serba di salahin😢
Anak gtm,salah ibunya,anak gabisa di bilangin,salah ibunya,anak sakit apalagi!! yang di salahin pertama kali ya IBUNYA🥹Tapi kenapa kalo anak ada pencapaian,ibunya ga pernah di apresiasi?🥲
#AkuPernah nangis sejadi2nya pas malam hari di saat anakku sakit&tertidur,rasanya kayak sakit bgt kalo ada yg nyalahin aku.Padahal ga sepenuhnya salahku kan😫 Gini amat yaa jadi ibu😢
#RelateGak buibuuu?? apalagi newmom🥹
Sebagai seorang ibu rumah tangga (IRT), tekanan yang dialami sering kali terasa sangat berat. Banyak ibu merasa bahwa apapun yang terjadi pada anak, mereka selalu menjadi pihak pertama yang disalahkan, bahkan ketika situasi tersebut di luar kendali mereka. Hal ini tidak hanya membuat stres mental, tetapi juga menimbulkan perasaan sedih dan tidak dihargai. Fenomena "Semua Salah Ibunya" ini sangat umum dirasakan oleh banyak ibu, terutama ibu baru (newmom) yang sedang belajar mengasuh dan menghadapi tantangan baru dalam membesarkan anak. Seringkali, ketika anak tidak mau makan (GTm) atau tidak bisa diarahkan, yang menjadi sasaran adalah ibunya. Jika anak sakit, ibunya juga yang disalahkan. Padahal, kesehatan dan perilaku anak dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kondisi lingkungan dan karakter anak itu sendiri. Menjadi seorang ibu bukan hanya soal menjaga dan merawat anak, tetapi juga menanggung beban mental yang tidak kecil. Ada kalanya ibu harus menahan air mata di malam hari saat anak sedang sakit, merasa tak berdaya ketika terus disalahkan padahal sudah melakukan yang terbaik. Bukankah seharusnya, ketika anak mencapai sesuatu, ibu juga mendapat apresiasi atas perjuangannya? Kecenderungan masyarakat menempatkan ibu sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh membuat ibu sering merasa sendiri dan tidak didukung. Penting untuk memahami bahwa kesalahan atau keberhasilan anak bukan hanya tanggung jawab ibu semata, melainkan sebuah proses yang melibatkan banyak pihak. Dukungan dari suami, keluarga, dan lingkungan sangat dibutuhkan agar ibu bisa merasa dihargai dan tetap kuat menjalankan perannya. Selain itu, penting juga untuk memberikan apresiasi pada diri sendiri sebagai ibu. Mengakui bahwa tidak ada ibu yang sempurna dan setiap ibu pasti belajar dari pengalaman. Terbuka untuk menerima bantuan dan berbagi cerita dengan ibu lain dapat membantu mengurangi beban dan rasa kesepian. Masyarakat sebaiknya mulai mengubah paradigma dan memberikan dukungan positif kepada ibu. Hargai perjuangan mereka, beri kata-kata penyemangat, dan jangan langsung menyalahkan ibu ketika menghadapi masalah anak. Karena di balik setiap ibu yang terlihat kuat, ada perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa.

iya kak,, aku jg rasain hal yg sama,,🥹 peluk jauh untuk kak Selvi .🤗🤗