Anakku Sedang Di Fase Ini😫
Cape bgt sama kelakuan toddler 28bulan ini😫tiap hari ada aja gebrakannya,doi skrg tbtb suka ngambek nangis,tantrum, 10 menit kemudian udah hepi lagi,yg bkin ketawa tuh doi kadang suka terharu liat sesuatu yg menyedihkan,tibatiba peluk ibu / bapaknya smbil nangis & bilang *kasian*😅
Mashallah,belajar mengolah emosi sepertinya😇
Sebagai new parents,aku & suami ga melulu sesabar itu ngadepin anak🥹 ada kalanya kami emosi,tapi pas anaknya tidur auto nangis bareng kenapa tadi marah2 k anak 🤣
#NyataDanBermanfaat #PengalamanKu #risingstarramadhan #MauTanya #NgurusRumah Lemon8IRT Lemon8 Family ✨ Lemon8_ID
Mengasuh anak di fase toddler memang penuh dengan dinamika emosional yang menantang namun juga menggemaskan. Pada usia sekitar 28 bulan, anak mulai menunjukkan perkembangan emosional yang signifikan, seperti mudah ngambek, cepat menangis, lalu tiba-tiba senang lagi. Fenomena ini adalah bagian dari proses anak belajar mengolah emosinya, sebuah tanda perkembangan yang sehat. Saya sendiri pernah merasakan betapa capek dan frustrasinya saat menghadapi mood anak yang berubah-ubah. Misalnya, anak saya bisa tiba-tiba menangis dan merasa sedih tanpa alasan yang jelas, lalu dalam waktu 10 menit sudah kembali bermain ceria. Ada juga momen lucu ketika anak tiba-tiba merasa kasihan pada sesuatu atau seseorang, bahkan sampai memeluk saya atau suami sambil menangis dan bilang "kasian". Ini adalah momen langka yang mengajarkan kami tentang perkembangan empati dan perasaan pada anak. Sebagai orangtua baru, tentu saja kami tidak selalu sabar. Ada saatnya kami ikut emosi, merasa kewalahan menghadapi tantrum dan perubahan mood anak yang cepat. Tapi setelah anak tidur, seringkali kami malah menangis bareng karena merasa bersalah sudah marah. Hal ini wajar terjadi dan penting untuk menerima bahwa tidak ada orangtua yang sempurna. Tips yang saya pelajari selama menjalani fase ini: 1. Tetap tenang dan sabar menghadapi tantrum anak. Menangis dan ngamuk adalah cara anak mengekspresikan perasaannya. 2. Berikan pelukan dan kehangatan saat anak merasa sedih atau takut. Sentuhan fisik dapat menenangkan anak. 3. Alihkan perhatian anak dengan aktivitas yang menyenangkan setelah tantrum mereda. 4. Jangan ragu untuk minta dukungan atau berbagi cerita dengan orangtua lain yang mengalami fase serupa. 5. Ingat bahwa fase ini akan berlalu, dan setiap langkah kecil anak di fase ini adalah tanda perkembangan yang positif. Melalui berbagi pengalaman seperti ini, saya harap para orangtua baru bisa merasa lebih dimengerti dan percaya diri dalam menghadapi fase emosi anak toddler. Kesabaran dan kasih sayang adalah kunci utama, sambil terus belajar dan tumbuh bersama anak setiap harinya.

hahhaha ttp semangat kak...emg menghadapi toodler kelakuannua ga bs ditebak wkwl super random wkwkwl aku aja klo nidurin anak ku pas malem waduhhh rada emosi jg dy masa mau jalan lari di kasur yg ada nyungsep kan bahaya wkwkkw😂😂