LOVE LANGUAGE HIS vs Mine👍

2/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKalau ngomongin LOVE LANGUAGE HIS vs Mine, aku jadi keinget juga soal istilah dalam hubungan: bedanya spouse dan partner itu apa sih? Awalnya aku juga suka bingung, apalagi sering lihat di film atau medsos, kadang orang nyebutnya spouse, kadang partner. Secara sederhana, "spouse" itu biasanya dipakai untuk menyebut pasangan yang sudah resmi menikah, kayak suami atau istri. Jadi kalau kamu sudah akad nikah atau pemberkatan, pasanganmu bisa disebut spouse: husband (suami) atau wife (istri). Istilah ini lebih formal dan sering dipakai di dokumen, hukum, atau pembahasan serius soal keluarga. Sementara "partner" lebih luas. Partner bisa dipakai untuk pacar, tunangan, atau bahkan pasangan hidup yang belum resmi menikah, tergantung budaya dan konteksnya. Di beberapa negara, orang pakai kata partner untuk jaga privasi, nggak nyebut suami/istri secara spesifik, atau untuk hubungan yang nggak pakai akad nikah secara agama tapi tetap hidup bersama. Di budaya kita, terutama yang sudah menikah, biasanya kita lebih nyaman bilang suami/istri atau dalam bahasa Inggris husband/wife. Tapi di dunia kerja internasional, form pendaftaran, atau konten global, kamu bisa sering ketemu kata spouse karena lebih jelas status hukumnya. Nah, hubungannya sama love language gimana? Menurutku, mau dia disebut spouse atau partner, yang penting kalian saling ngerti bahasa cinta masing-masing. Kayak di gambar LOVE LANGUAGE HIS Vs Mine tadi: dia lebih ke Act Of Service, Physical Touch, dan Quality Time, sementara aku lebih ke Words Of Affirmation, Receiving Gift, plus tetap butuh Quality Time dan Physical Touch juga. Pengalaman pribadi, setelah resmi jadi spouse (suami istri), love language itu makin kerasa penting. Contohnya: - Kalau suami love language-nya Act Of Service, dia bakal merasa dicintai waktu kita bantu hal-hal kecil di rumah, bukan cuma lewat kata-kata manis. - Kalau istri butuh Words Of Affirmation, kata sederhana seperti "terima kasih" atau "aku bangga sama kamu" bisa bikin hati hangat banget. Jadi waktu kamu baca istilah spouse dan partner di luar sana, coba sesuaikan sama kondisi hubunganmu. Kalau konteksnya pernikahan resmi, kamu bisa relate dengan kata spouse. Tapi kalau masih pacaran atau tunangan, partner bisa lebih nyambung. Intinya, label boleh beda: spouse, partner, suami, istri. Tapi tugas kita sama: saling melengkapi, saling belajar love language masing-masing, dan bersyukur atas titipan Allah ini. Buibu di sini sendiri gimana? Sudah lebih nyaman nyebut pasangan sebagai spouse, partner, atau tetap pakai suami/istri aja?

16 komentar

Gambar Hilda Vegi
Hilda Vegi

aku kyk gimana ya buk ?

Lihat lainnya(2)
Gambar Wiwie_Astien
Wiwie_Astien

aku ama dia kayak nya sama2 suka ungkapin semua 5 love language itu deh kak Selvi 😂😂

Lihat lainnya(3)

Lihat komentar lainnya