Pertumbuhan Tanaman Lihat Kebunku & Kebun Tetangga
Hello Lemonades 👋🏻🍋
Hari ini Lihat Kebunku mau berbagi cerita seputaran berkebun nih, antara Lihat Kebunku dan Kebun Tetangga 😁
Singkat cerita, lansung aja kita mulai 😊
Perbedaan tanaman tomat dan pakcoy punya Lihat Kebunku dan punya tetangga terlihat sangat jelas perbedaannya, padahal benihnya sama 😁
Dari tanaman tomat, punya tetangga terlihat lebih lebat daunnya dan lebar, dengan batang yang besar dan banyak cabangnya, muncul bunga yang lumayan banyak 💐
Padahal Lihat Kebunku lebih dahulu menanam tanaman tomat 😁 Begitu juga dengan Pakcoy ☘️
Tau enggak sih, jauh banget waktu penanamannya 😶🌫️ Lihat Kebunku sudah sampai di semaian kedua, hasilnya hanya begitu begitu saja, dan belum pernah panen 😁
Sedangkan tetangga yang baru saja menanam Pakcoy, sudah sesubur itu, dan sudah siap panen 😂
Dan lebih mencengangkan lagi, ternyata Pakcoy yang ditanam oleh tetangga itu adalah benih Lihat Kebunku yang tumpah dan terbawa air hujan hingga ke selokan, saat semai yang kedua kali 😁
Tetangga sempat bingung juga lihat benih di selokan, penasaran tanaman apa, jadi coba lah untuk ditanam 😁 Eh pas tumbuh subur, ternyata Pakcoy ☘️
Tetangga, baru sampaikan beberapa hari ini dan minta izin untuk panen hasil kebunnya 🤭 Karena merasa enggak enak kalau langsung panen gitu aja 😂
Pas dengar gitu, Lihat Kebunku ngerasa kaget, kok bisa tumbuh sampai sesubur itu 🫢 Dan enggak mempermasalahkan itu, jdi tetangga sampaikan klw Pakcoy nya kita bagi Dua 😁
Alhamdulillah dapat Rezeki dari kebun tetangga 🤲🏻🥰
Sangking ingin taunya, Lihat Kebunku tanya" sama tetangga kenapa bisa sesubur itu? 😶🌫️ ternyata, jenis tanah yang sangat berperan penting 😊 Dan lebih tercengang lagi, tetangga menggunakan tanah hasil Panen dipinggir jalan, karena tanahnya terlihat bagus dan akhirnya di coba buat berkebun, dan dari awal sampai sekarang tetangga setiap berkebun selalu menggunakan tanah tersebut 😁 #menanam #menanamsayur #menanamdirumah #Hello2026 #PengalamanKu /Kota Samarinda
Selama berkebun, saya juga pernah mengalami perbedaan hasil yang cukup mencolok padahal menggunakan benih yang sama. Dari pengalaman itu, saya belajar bahwa faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan tanaman bukan hanya benih atau waktu tanam, tetapi juga kualitas dan jenis tanah yang digunakan. Misalnya, tanah yang kaya akan nutrisi organik dan memiliki struktur baik akan memberikan akses udara dan air yang optimal ke akar tanaman, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi subur dan sehat. Pengalaman saya, menggunakan tanah hasil panen atau tanah dari lokasi yang sudah terbukti subur sering kali memberikan hasil yang lebih baik. Hal ini mirip dengan cerita tetangga yang menggunakan tanah dari pinggir jalan yang sudah dinilai bagus kualitasnya. Selain itu, perhatikan juga pemupukan dan pengairan secara rutin dan tidak berlebihan agar tanaman bisa tumbuh maksimal tanpa stres. Selain tanah, faktor lingkungan seperti pencahayaan dan pengendalian hama juga berperan penting. Saya pernah mencoba menanam tomat di area yang kurang sinar matahari, hasilnya tanaman tumbuh tapi kalah subur dibandingkan tanaman di tempat dengan sinar cukup. Jadi, pastikan lokasi kebun mendapatkan cahaya yang cukup dan lakukan pengamatan secara rutin terhadap kondisi tanaman. Berbagi pengalaman berkebun dengan tetangga juga sangat bermanfaat. Tidak jarang kita bisa belajar dari cara orang lain merawat tanaman, serta saling bertukar hasil panen. Hal ini tidak hanya mempererat hubungan sosial tetapi juga bisa jadi solusi ketika tanaman kita kurang berhasil. Jadi, untuk para pemula berkebun, jangan hanya fokus pada benih dan waktu tanam saja. Perhatikan juga kualitas tanah, lokasi tanam, serta perawatan yang tepat. Jangan takut mencoba berbagai metode dan berbagi pengalaman dengan sesama pekebun karena berkebun adalah proses belajar yang berkelanjutan.
media tanam kalo ada sekam bakar campur sama kohe ayam yang kering campur tanah.