POV: Kesalahan yang bikin aku terlalu lama berada di titik yang sama
Dulu aku pikir semakin banyak tutorial yang kutonton, semakin cepat aku berkembang.
Aku menyimpan puluhan video tentang menulis novel, editing foto, animasi, sampai cara membuat konten.
Setiap hari rasanya sibuk.
Tapi anehnya, setelah berbulan-bulan, hasilnya hampir tidak ada.
Novel masih belum selesai.
Skill editing biasa saja.
Animasi masih jalan di tempat.
Sampai suatu hari aku sadar.
Masalahku bukan kurang ilmu.
Masalahku adalah terlalu banyak belajar, terlalu sedikit praktik.
Aku menghabiskan waktu berjam-jam menonton orang lain berkarya, tapi hanya beberapa menit untuk membuat karyaku sendiri.
Sejak saat itu aku mengubah caranya.
Belajar secukupnya.
Lalu langsung praktik.
Karena ternyata hasil tidak datang dari tutorial yang ditonton sampai habis.
Hasil datang dari karya yang berani kita mulai, meski masih jauh dari sempurna.
Kalau kamu pernah mengalami hal yang sama, percaya deh, kamu mungkin tidak kekurangan ilmu.
Kamu hanya perlu lebih banyak mengeksekusi. ✨
Dari pengalaman pribadi, saya merasakan betul betapa menguras waktu dan energi jika kita terlalu fokus hanya menonton tutorial tanpa langsung mempraktekkan apa yang sudah dipelajari. Awalnya saya mengira dengan menyerap banyak ilmu melalui video atau artikel akan mempercepat kemampuan saya. Tapi justru hasilnya tertunda karena eksekusi terlalu sedikit. Salah satu strategi yang kemudian saya terapkan adalah membagi waktu belajar dan praktik dengan porsi 20% belajar dan 80% untuk langsung membuat karya. Misalnya, jika ingin meningkatkan skill menulis, saya hanya menonton beberapa video tentang teknik dasar, lalu saya langsung praktek menulis paragraf atau cerita pendek. Dengan begitu otak dan tangan menjadi lebih aktif dan terbiasa pada proses kreatif. Saya juga menyadari, karya yang pernah saya selesaikan meskipun jauh dari sempurna memberikan pelajaran berharga yang tidak bisa didapat hanya dari menonton tutorial saja. Setelah selesai membuat, saya bisa evaluasi dan cari solusi yang lebih tepat untuk memperbaiki hasil karya saya di kesempatan berikutnya. Jadi bagi kamu yang merasa sudah belajar banyak tapi belum maju-maju jangan langsung berkecil hati. Coba cek kembali porsi praktikmu. Jangan hanya terpaku pada ilmu teori, karena hasil nyata baru terasa saat kamu berani memulai dan menyelesaikan karya sendiri. Kuncinya adalah keberanian memulai dan konsistensi mengasah kemampuan dengan praktek langsung setiap hari. Semoga pengalaman ini bisa menjadi motivasi agar kamu dapat memaksimalkan potensi dengan cara belajar yang efektif yakni imbangi dengan praktik sesuai kemampuan. Jangan takut untuk mencoba dan menghasilkan karya meski belum sempurna, sebab dari situ proses belajar sesungguhnya dimulai.


