selamat datang 2026 .. harapan & Doaku semoga ditahun ini Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keimanan & ketaqwaan yg kokoh, keberkahan dunia akhirat yg berlimpah, dijauhkan dari segala musibah.. dimudahkan dalam segala urusan dunia dan akhirat nya .. Aamiin allahumma Aamiin.. #tiktokviral #pestarasaakhirtahun #desember #januari2026 #cantikparipurna
Waktu nulis caption akhir tahun kemarin, aku sempat galau sendiri soal penulisan: sebenernya yang benar itu "di tahun" atau "ditahun"? Apalagi pas lagi bikin ucapan akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026 yang penuh doa, rasanya sayang kalau sampai salah tulis. Dari yang aku pelajari, bentuk yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia adalah "di tahun" (dipisah), karena "di" di situ berfungsi sebagai kata depan (preposisi), bukan imbuhan. Rumus gampangnya gini: kalau "di" diikuti kata yang menunjukkan tempat atau waktu (di rumah, di sekolah, di tahun 2026), maka dipisah. Kalau menyatu, biasanya dia jadi awalan kata kerja, misalnya: dibaca, ditulis, disimpan. Jadi saat kita nulis ucapan seperti: "Semoga di tahun 2026 kita diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah", bentuk yang tepat adalah "di tahun 2026", bukan "ditahun 2026". Aku sendiri dulu sering banget typo nulis "ditahun" karena kebiasaan dan nggak terlalu mikir soal EYD. Tapi setelah tahu bedanya, aku mulai pelan-pelan memperbaiki, apalagi kalau caption-nya niat dan penuh doa, pengin keliatan lebih rapi dan enak dibaca. Contoh lain yang sering kupakai di caption: - "Di tahun baru ini, semoga semua luka pelan-pelan sembuh." - "Harapanku di tahun 2026: lebih tenang, lebih dekat sama Allah, dan lebih sayang sama diri sendiri." - "Banyak pelajaran di tahun 2025 yang bikin aku lebih kuat." Kalimat-kalimat doa kayak di gambar: "Jadikanlah awal tahun 2026 menjadi awal tahun terbaikku, rezeki berlimpah, bahagia, sehat" juga bisa kamu lengkapi dengan penulisan yang tepat, misalnya: "Di tahun 2026, aku ingin hidupku lebih berkah dan dipenuhi orang-orang baik." Di situ aku tetap pakai "di tahun" terpisah. Hal kecil seperti nulis "di tahun" atau "ditahun" mungkin kelihatan sepele, tapi buat aku itu juga bagian dari menghargai kata-kata, apalagi kalau isinya doa. Kalau lagi ragu, aku biasanya cek lagi: bisa nggak "di"-nya diganti "pada"? Kalau bisa (misalnya: pada tahun 2026), berarti harus dipisah jadi "di tahun". Sekarang setiap kali bikin caption ucapan seperti "Yaa Allah, aku tutup tahun ini dengan Alhamdulillah dan aku bismillah di tahun 2026", aku lebih aware pakai bentuk yang benar. Pelan-pelan aja, sambil tetap fokus sama isi doa dan harapan kita. Yang penting, kata-katanya tulus, doanya dari hati, dan bahasanya makin lama makin rapi.























































