benih padi ketan grendel
Padi Ketan Grendel adalah padi ketan yang banyak ditanam di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.
Padi varietas lokal ketan grendel dapat mencapai 9 s.d 10 ton per ha.
Padi Ketan Grendel :
- Tinggi tanaman 70 s.d 90 cm.
- Berdaun bendera tegak dengan jumlah anakan 35 s.d 40.
- Panjang malai 15 s.d 20 cm dengan bulir padi bulat memanjang
- Jumlah bulir permalai 200 s.d 300 bulir sesuai dengan pengolahan tanaman.
- Usia padi ketan Grendel yaitu 85-90 hst bisa di panen.
💵 Harga:110.000
Aku pertama kali kenal padi ketan Grendel dari petani di Subang yang sudah lama nanam varietas lokal ini. Mereka bilang, dibanding beberapa ketan lain, padi ketan Grendel ini termasuk unggul karena hasilnya bisa tinggi kalau pengolahan lahannya bagus dan pemupukan tepat. Dari segi tampilan, malai padi matang Grendel ini kelihatan padat, dengan bulir padi matang yang bentuknya bulat memanjang. Kalau sudah masuk fase malai padi matang, warna gabahnya menguning merata dan batangnya masih cukup kuat menopang malai yang penuh bulir. Ini penting supaya bulir tidak banyak rontok waktu di sawah. Untuk umur panen, padi ketan Grendel sekitar 85–90 HST, jadi termasuk genjah. Buat yang suka manajemen tanam tiga kali setahun, umur seperti ini cukup menguntungkan. Saat masuk masa panen, tumpukan karung gabah di rumah bisa cepat menggunung kalau dari awal pengelolaan lahannya bagus. Biasanya petani pakai karung 5 kg, 25 kg, sampai 50 kg, tapi di foto ini kelihatan karung 5 kg berlabel "Padi Lokal Unggul" dan "Untuk Kalangan Sendiri" yang sering dipakai buat benih. Tekstur ketannya setelah ditumbuk dan dimasak juga jadi nilai plus. Ketan Grendel terkenal pulen dan lengketnya pas, enak untuk bahan kue tradisional, wajit, gemblong, sampai ketan serundeng. Banyak ibu-ibu di kampung sengaja minta beras ketan Grendel kalau ada hajatan, karena hasil olahannya lebih wangi dan padat. Kalau soal budidaya, beberapa hal yang biasa diperhatikan petani: 1. **Pengolahan lahan**: Tanah diolah dua kali, dicangkul atau dibajak sampai lumpur cukup halus. Ini berpengaruh ke jumlah anakan dan panjang malai. 2. **Pemilihan benih**: Pakai benih padi ketan Grendel yang sehat, tidak banyak campuran varietas lain. Karung berlabel jelas membantu membedakan benih konsumsi dan benih tanam. 3. **Penanaman**: Umur bibit 18–21 hari biasanya sudah siap pindah tanam. Jarak tanam jangan terlalu rapat supaya anakan bisa berkembang maksimal. 4. **Pemupukan dan pengairan**: Pemupukan berimbang (organik + kimia) membuat malai panjang dan bulir terisi penuh. Air jangan dibiarkan terlalu dalam, terutama saat pembentukan malai. Buat yang baru mau coba benih ketan Grendel, bisa mulai dari luasan kecil dulu. Dari pengalaman petani di Subang, kalau sudah cocok dengan karakter padi ketan Grendel ini, biasanya mereka akan terus melestarikan varietas lokal unggul ini karena hasil dan kualitas ketannya cukup memuaskan. Dengan perawatan yang baik, target 9–10 ton per hektare bukan hal yang mustahil.
