Again ! Lagi lagi paparan EMF ( electromagnetic field ) frequency / radiasi elektromagnetik pada tubuh , memiliki resiko kesehatan. Apapun yang kita kenakan di tubuh berhubungan dengan kesehatan kita, baik itu bahan pakaian, penggunaan smartphone, earpod dan smartwatch. Biasanya yang berlabelkan SMART, itu justru memiliki misi atau agenda terselubung untuk memonitor manusia. S.M.A.R.T = Survailence , Monitoring , Analysis, Report , Technology. Terserah mau bilang konspirasi atau bukan. Aku pilih jam tangan biasa dibandingkan smartwatch.
Sebagai seseorang yang pernah menggunakan smartwatch selama beberapa waktu, saya mulai menyadari adanya efek samping yang mungkin jarang dibicarakan, seperti mual dan sakit kepala yang saya alami berulang kali. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan adanya kandungan bahan kimia berbahaya seperti perfluorohexanoic acid (PFHxA) di tali jam tangan pintar yang dapat menimbulkan risiko toksik bagi tubuh. Saya pun memutuskan untuk beralih ke jam tangan biasa untuk mengurangi paparan radiasi elektromagnetik (EMF) yang dihasilkan oleh gadget pintar tersebut. Selain itu, gangguan tidur dan mood juga menjadi alasan saya menghindari penggunaan smartwatch, karena cahaya dari layar perangkat elektronik sering membuat otak sulit untuk rileks dan memicu stres fisik yang berkepanjangan. Pengalaman pribadi saya menunjukkan bahwa dengan mengurangi penggunaan alat-alat berteknologi tinggi yang mengandung radiasi EMF, kualitas tidur dan kesehatan mental saya membaik secara signifikan. Bagi Anda yang masih ragu, penting untuk mempertimbangkan aspek keamanan dan kesehatan jangka panjang ketika memilih perangkat yang digunakan sehari-hari. Pilihan jam tangan biasa tidak hanya mengurangi risiko paparan radiasi, tetapi juga menghindarkan Anda dari potensi bahan kimia berbahaya yang tersembunyi di dalam tali atau komponen smartwatch. Jadi, jangan ragu mencoba cara yang lebih aman dan nyaman untuk tetap terhubung tanpa mengorbankan kesehatan Anda.




















Lihat komentar lainnya