Girlieskuuuuu ada video tiktok yang lagi rame beredar nih, kalo pembalut di terawang itu ada bercak bercak seperti jamur. Gak keliatan, kalau gak diterawang. Jadi aku terawang beberapa merek pembalut, dan gak semuanya berjamur. Ada juga yang clean dan bersih. Jika ini memang beneran jamur, wah gak banget ya. Karena bisa merujuk kepada gatel gatel dan infeksi fungus di area kewanitaan. Makanya kadang dengan pembalut tertentu kok suka gatal ya. Mungkin itu adalah penyebabnya. I dont know, menurut kamu gimana ?
Jujur awalnya aku juga sempat mikir soal video yang lagi rame itu, apalagi disebut-sebut juga sama Gabriella Noverti dan beberapa creator lain yang bahas pembalut diterawang ke cahaya. Katanya kalau bagian belakang pembalut dibuka lalu ditempelkan ke lampu atau cahaya terang, bakal kelihatan bercak-bercak kayak jamur atau noda kotor gitu. Dari situ aku jadi kepo dan mulai lebih perhatian sama apa yang aku pakai tiap bulan. Waktu aku coba sendiri, caranya simpel banget: kayak di video, bagian belakang pembalutnya aku lepas dulu, lalu aku angkat ke arah cahaya yang cukup terang. Beneran, ada beberapa merek yang kelihatan ada bercak-bercak, tapi ada juga yang kelihatan lebih bersih dan rata. Dari situ aku mulai ngeh, mungkin selama ini kita terlalu fokus ke daya serap dan wangi, tapi kurang ngecek bahan dan kebersihannya. Menurutku, bukan berarti setiap bercak yang kelihatan itu pasti jamur hidup, tapi kalau permukaannya nggak rata, ada titik-titik yang mencurigakan, atau bau pembalutnya aneh bahkan sebelum dipakai, aku pribadi langsung ilfeel dan biasanya nggak mau lanjut pakai merek itu. Apalagi kalau setelah pakai muncul rasa gatal, perih, atau keputihan jadi berubah, itu tanda tubuh kita nggak cocok dan mungkin ada iritasi. Sekarang aku jadi punya beberapa kebiasaan baru: pertama, kalau beli pembalut, aku pilih yang kemasannya rapi, belum kebuka, dan belum lama stoknya di rak. Kedua, kalau penasaran, aku nggak ragu buat ambil satu dan "diterawang" dulu ke cahaya di rumah, kayak konsep alltingzseamoss yang suka nunjukin isi produk lebih transparan—intinya aku pengin tahu apa yang nempel di badan aku sendiri. Ketiga, kalau lagi di rumah dan nggak kepepet, kadang aku pilih alternatif yang lebih breathable, misalnya pembalut kain atau menstrual cup, biar area kewanitaan nggak terlalu lembap. Menurut pengalamanku, yang penting kita dengar sinyal dari tubuh sendiri. Kalau setelah pakai merek tertentu selalu berujung gatal, ruam, atau infeksi jamur berulang, jangan ragu ganti merek atau konsultasi ke dokter kulit dan kelamin/obgyn. Dan kalau lihat konten viral dari siapa pun, termasuk dari kreator besar seperti Gabriella Noverti atau lainnya, selalu cross-check lagi: boleh aja dicoba seperti diterawang ke cahaya, tapi tetap pakai logika dan kalau perlu cari pendapat tenaga medis. Intinya, nggak ada salahnya jadi lebih kritis sama pembalut yang kita pakai tiap bulan. Kita boleh kok eksperimen kecil-kecilan di rumah, kayak buka bagian belakang, angkat ke arah cahaya, perhatiin teksturnya, sambil catat merek mana yang bikin kita nyaman dan mana yang bikin gatal. Sharing pengalaman kayak gini menurutku penting banget, soalnya kadang keluhannya sama tapi kita malu buat cerita.

ini sudah di-debunk. ternyata itu bukan mold (jamur) kok, tp serat yg berkumpul di beberapa tempat