Berlari long run dengan jarak dan pace yang tepat memang sangat penting untuk membangun ketahanan fisik tanpa mengalami kelelahan berlebihan. Dari pengalaman saya, membagi jarak tempuh menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mengambil tempo santai membantu menjaga energi sepanjang jalur lari. Misalnya, pada latihan long run sejauh hampir 13 km yang dilakukan pada Taman Moya Kesultanan, menjaga kecepatan tetap stabil selama sekitar satu jam terasa pas untuk mengasah daya tahan. Selain itu, memilih rute yang nyaman dan aman seperti taman atau jalur yang memiliki permukaan rata sangat mendukung performa dan motivasi berlari. Kesalahan memilih rute atau terlalu fokus pada kecepatan justru bisa mengurangi manfaat dan meningkatkan risiko cedera. Jadi, meskipun ada godaan untuk mengejar kecepatan, lebih baik mengutamakan jarak dan ritme yang konsisten. Melihat dari data Garmin yang direkam saat berlari menunjukkan bahwa menjaga jarak 12,9 km dengan waktu 1 jam bisa menjadi target yang realistis bagi pelari yang ingin fokus membangun endurance. Pastikan juga untuk melakukan pemanasan dan pendinginan yang cukup agar tubuh siap dan pulih dengan optimal setelah sesi long run. Pengalaman pribadi saya membuktikan, lari dengan pace santai sambil menikmati pemandangan dan udara segar jauh lebih menyenangkan serta bermanfaat untuk kesehatan jangka panjang. Jangan lupa, konsistensi dan pemilihan rute yang tepat sangat berperan penting dalam menjadikan long run rutin sebagai aktivitas yang produktif dan menyenangkan.



1/4
Mungkin Anda juga menyukai
Lihat selengkapnya di aplikasi
Lihat selengkapnya di aplikasi
Lihat selengkapnya di aplikasi
0 disimpan
7/23 Diedit ke
