Jakarta Foodie Wrapped part 3
Kompilasi makanan dan minuman yang kucoba di 2025 yang berkesan buatku. In each category, I named 3 qualities that came first to mind when I tried the food and drinks! Thanks for the treat 2025, hopefully we can enjoy more good food in 2026! #fyp #2025wrapped #wrapped2025 #kulinerjakarta #pestarasaakhirtahun
Karena banyak yang cari info soal King Pansit dan mi enak di Jakarta, aku mau cerita sedikit lebih detail soal pengalaman pribadi aku di sana dan beberapa tips kalau kamu mau coba. King Pansit ini menurutku cocok banget buat yang suka bakmi dengan topping lumayan banyak dan harga masih masuk akal. Pertama kali ke sana, aku pesan bakmi dengan pangsit karena memang itu menu yang sering direkomendasikan. Tekstur mi-nya lebih ke arah kenyal tapi nggak terlalu lembek, jadi enak dikunyah. Rasa kaldunya juga cukup kuat, bukan tipe yang hambar, dan cocok kalau kamu suka bakmi dengan rasa gurih yang nendang. Untuk pangsitnya sendiri, isian dagingnya lumayan berasa, bukan cuma kulit doang. Aku suka makan pangsitnya dicelup ke kuah dulu biar lebih hangat dan empuk. Tips dari aku: kalau kamu tipe yang suka pedas, mending langsung minta sambal atau cabe rawit dari awal, karena menurutku sambalnya cukup bikin rasa bakmi naik level. Soal harga, menurutku King Pansit masih di kategori terjangkau, apalagi kalau dibandingin sama beberapa tempat bakmi lain di Jakarta yang hype. Porsi yang aku dapat waktu itu pas untuk satu orang, nggak terlalu sedikit, dan cukup bikin kenyang tanpa perlu pesan menu tambahan. Buat kamu yang penasaran sama "end mi" atau mi yang berasa jadi penutup tahun, aku pribadi suka bandingin pengalaman makan bakmi kayak King Pansit dengan bakmi lain seperti Bakmi Krekot. Kalau kamu suka rasa yang lebih klasik dan agak nostalgic, Bakmi Krekot bisa jadi pilihan, karena rasa ayam suwir dan bumbunya lebih ke arah bakmi rumahan yang comforting. Kalau kamu tim ramen, Ichisan Ramen juga menarik banget buat dicoba, terutama menu Baby Krabby. Ramennya punya kuah yang nggak terlalu berat tapi tetap flavorful, dan topping kepiting soka gorengnya bikin pengalaman makan jadi beda dari ramen biasa. Menurutku cocok buat kamu yang lagi cari ramen inovatif tanpa harus keluar budget terlalu besar. Saran dari aku kalau mau eksplor mi di Jakarta: coba datengin beberapa tempat di jam berbeda. Misalnya, King Pansit pas jam makan siang biasanya lebih rame, jadi kalau nggak suka nunggu, datang sedikit lebih awal. Selain itu, jangan ragu buat tanya rekomendasi menu ke staff, karena kadang ada menu yang nggak terlalu kelihatan di poster tapi ternyata favorit regular. Dengan makin banyak pilihan bakmi dan ramen di Jakarta, seru rasanya bisa bikin "wrapped" versi sendiri setiap tahun. Aku pribadi senang banget bisa nemu tempat seperti King Pansit yang kombinasi rasa, keterjangkauan, dan konsistensinya oke. Kalau kamu punya rekomendasi mi lain yang menurutmu layak masuk daftar end mi tahun ini, boleh banget share versi kamu juga supaya kita sama-sama punya lebih banyak referensi kuliner Jakarta.








