Banggalah
Banggalah pada dirimu sendiri, orang lain bahkan keluarga, mereka tidak pernah ngerasakan sama persis bagaimana kamu berjuang hingga kamu bisa bertahan sampai detik ini.
orang lain keluarga, mereka tak kan melihat bagaimana sensara dan menderitanya kamu di perantauan, dalam menempuh pendidikan, mental dan bagaimana kamu di perlakukan orang.
Jadi sekarang bersyukur dan banggalah kamu dalam Kristus yang membuatmu ada dan masih bisa berdiri sampai saat ini, ke suksesan, pencapain tidak bisa dari orang lain atau keluarga melainkan Tuhan lah yang membawa, dan selalu bersamamu dalam setiap prosesnya.
Orang² hanya bisa menuntut kamu harus begini dan begitu, mereka hanya mulutnya saja bisa berkata.
tetapi menjalani prosesnya kamu sendiri, sakitnya kamu sendiri.
Banyak orang yang mengarahkan kamu untuk berproses, mengarahkan kamu perlu itu dan ini jika kamu kesusahan dan perlu sesuatu saya bisa bantu, akan tetapi ketika sudah terjun dan berjalan dalam proses, mau kamu terjatuh, jungkir balik, berguling², berdarah², bahkan mungkin kamu setengah mati, berteriak minta tolong mereka tidak peduli, mereka tutup mata, mereka seolah² tidak melihat, tidak mendengarkan teriakanmu.
Setelah kamu sukses dan punya prestasi bagus, pekerjaan bagus serta hasilnya sangat baik" merka akan berkata dia sukses karena aku, aku yang membantu dan membuatnya berhasil" padahal mereka hanya menuntut tanpa menolong dan tidak memberimu apapun selain menuntut, dan tak pernah peduli sama sekali dengan keadaan kita.
Hari ini mari kita bangga pada diri kita sendiri kita kuat, kita mampu itu semua karena Tuhan baik pada kita, itu semua karena rencana Tuhan yang lebih besar untuk saya, kamu dn kita semua.
Capailah mimpi dan cita²mu bukan karena tuntutan dari orang sekitarmu, tetapi capailah semuanya itu dalam Kasih Yesus yang membuatmu kuat, mampu bertahan dengan sagala keadaan dalam perjuanganmu.
GBU
Seringkali, kita merasa sendiri saat menghadapi berbagai tantangan dalam hidup, terutama saat merantau atau menjalani pendidikan jauh dari keluarga. Rasanya seperti diletakkan di tengah badai tanpa banyak orang yang menyadari kerasnya perjuangan kita. Namun, di balik semua itu, ada kekuatan besar yang dapat kita pegang, yaitu iman dan kasih Tuhan. Mengakui dan bangga pada diri sendiri bukanlah tindakan egois. Justru ini adalah bentuk penghargaan atas kerja keras yang selama ini sering tidak terlihat oleh orang lain, termasuk keluarga dan teman dekat. Mereka mungkin hanya melihat hasil akhirnya, tetapi tidak pernah benar-benar merasakan betapa beratnya proses yang telah kita lalui. Ada luka batin, kelelahan fisik, bahkan sakit mental yang tidak terucapkan. Dalam iman Kristen, kita diajarkan untuk menyadari bahwa setiap penderitaan dan perjuangan memiliki makna dan tujuan yang lebih besar. Tuhan tidak hanya hadir saat kita senang, tetapi juga menyertai kita dalam kesusahan. Oleh karena itu, penting untuk selalu bersyukur dan percaya bahwa keberhasilan kita bukan semata-mata hasil usaha manusiawi, melainkan bantuan iman dan kasih-Nya. Ketika orang-orang di sekitar hanya bisa memberi tuntutan tanpa dukungan nyata, kita perlu menguatkan diri sendiri. Jangan tergantung pada penilaian orang lain, karena perjalanan hidup setiap orang itu unik dan tidak bisa dibandingkan. Jika kamu pernah terjatuh atau terluka, ingatlah bahwa itu adalah bagian dari proses pendewasaan dan bukan akhir dari segalanya. Membangun kebanggaan diri juga berarti membangun ketangguhan mental. Ini penting agar kita mampu bertahan menghadapi tekanan sosial, rasa kesepian, atau bahkan kritik tanpa dasar. Kunci utamanya adalah menanamkan nilai-nilai kasih dan kekuatan dari Kristus dalam setiap langkah kehidupan kita. Akhirnya, penting untuk menegaskan bahwa meraih mimpi bukanlah untuk memenuhi ekspektasi orang lain, melainkan sebagai bentuk pengabdian dan ungkapan syukur kepada Tuhan atas berkat dan rencana indah-Nya. Dengan begitu, kita dapat menjalani proses hidup dengan hati yang penuh damai dan semangat yang teguh, yakin bahwa setiap perjuangan tidak akan sia-sia.



