Payau Edsu House

2025/12/26 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPertama kali dengar soal pameran "Payau" di Edsu House Jogja, aku langsung kepo karena banyak yang upload foto instalasi jaring hitam besar yang keliatan artsy banget. Lokasinya di Edsu House, salah satu ruang kreatif di Jogja yang sering dipakai buat pameran dan event estetik. Begitu masuk, vibe-nya langsung kerasa beda: ruang putih bersih, suasana tenang, dan dominasi karya serba hitam yang bikin fokus ke bentuk dan teksturnya. Yang paling menarik buatku adalah instalasi jaring hitam raksasa yang bentuknya kayak spiral atau gumpalan awan. Dari jauh keliatan seram-seram keren, tapi pas dideketin justru keliatan halus dan detailnya menarik banget. Aku pakai hijab, dan ternyata warna hijab yang netral gampang banget nyatu sama ambience ruangan, jadi hasil fotonya estetik tapi tetap simple. Buat kamu yang pakai hijab, bisa banget mix and match ootd yang nggak terlalu ramai supaya tetap fokus ke karya seni. Pameran "Payau" ini pameran tunggalnya Iwan Yusuf. Dari apa yang aku baca di teks pamerannya, tema "payau" ini semacam metafora tentang rasa yang nggak sepenuhnya manis atau asin, tapi di tengah-tengah. Buatku pribadi, ini relate banget sama fase hidup yang serba campur aduk: kadang senang, kadang bingung, kadang nggak jelas arahnya. Pas jalan di antara instalasi jaring hitam itu, aku ngerasa kayak diajak masuk ke pikiran sendiri, ngalamin perasaan yang nggak sepenuhnya nyaman tapi juga bikin refleksi. Di salah satu sudut ada area yang dikasih tanda "Black Box". Spot ini menurutku salah satu yang paling fotogenik. Jaring hitamnya tinggi dan ada bukaan melingkar yang bisa kamu pakai sebagai framing foto. Kalau datang ke Edsu House Jogja buat hunting foto, jangan skip bagian ini. Tipsku: coba ambil foto dari angle agak bawah biar jaringnya keliatan lebih dramatis dan ruangannya kelihatan lebih lega. Selain instalasi 3D, ada juga karya 2D di dinding yang masih satu tema: bentuk-bentuk abstrak hitam di dinding putih. Aku suka muter pelan sambil baca sedikit-sedikit teks kuratorial yang ditempel. Dari situ lebih kebayang maksud karya-karyanya, jadi bukan cuma datang buat foto tapi juga ngerti sedikit isi pikirannya Iwan Yusuf. Menurutku, pameran kayak gini enak banget buat yang baru mulai suka art, karena karyanya cukup mudah dinikmati secara visual. Serunya lagi, Edsu House itu letaknya masih dekat dengan beberapa spot nongkrong lain di Jogja, jadi habis lihat pameran bisa lanjut ngopi atau jajan. Di fotoku sempat keliatan logo Starbucks di kaca waktu aku selfie, karena sebelumnya sempat mampir dulu. Jadi kalau kamu dari luar kota dan lagi eksplor kawasan ini, bisa sekalian susun itinerary: pameran di Edsu House, lalu lanjut cari coffee shop atau tempat makan. Buat yang penasaran sama "pameran Payau Jogja" atau lagi cari info soal Edsu House Jogja, menurutku tempat ini cocok banget buat kamu yang suka foto-foto, tapi juga pengin ngerasain pengalaman ruang yang berbeda. Datangnya enak siang atau sore biar cahaya naturalnya masih bagus. Jangan lupa cek dulu jadwal pameran di Edsu atau di akun media sosial mereka, karena setiap periode biasanya ganti tema dan seniman. Kalau kamu sudah pernah ke pameran "Payau" atau ke Edsu House sebelumnya, pasti kerasa kalau tempat ini punya karakter sendiri: minimalis, bersih, dan ramah banget buat pengunjung yang mungkin belum terlalu paham seni. Aku pribadi pulang dari sana ngerasa dapat dua hal: foto-foto bagus buat feed, dan sedikit waktu refleksi tentang rasa "payau" dalam hidup yang ternyata sering banget kita alami tanpa disadari.