Ada yang sama kaya gini?? 😭😭
Hola..Halo..🍋
Kemarin yobel nyobain trial di sekolah kata gurunya yobel masih kurang fokus, mudah teralihkan, dan kurang sabar.. ya maklum lah pikir ku anak masih kecil umurnya juga blm genap 3tahun. toh masuk sekolahnya masih tahun depan..
Saran dari gurunya adalah mengutip benda" kecil (seperti biji"an) yang ada dirumah biar dia bisa fokus dan latihan kesabaran..
Cerita #TentangKehidupan itu kayanya gak ada habisnya ya.. ada aja huru haranya.. apalagi kalo lagi ngajarin anak hal" yang baru..
sekilas tampak seru...dibalik itu semua AastagAaaa.. capeknya luar biasa.. sepertinya aku juga sedang ikutan latihan kesabaran..
Tapi aku belajar bahwa setiap anak memiliki fase yang berbeda.. dan aku bersyukur bisa melihat perkembangannya dari waktu ke waktu..
buat bu ibu yang punya pengalaman anaknya susah fokus komen dong caranya gimana ya??
Menangani anak yang sulit fokus memang menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang tua, terutama ketika anak belum genap berusia tiga tahun. Sesuai pengalaman yang dibagikan, guru menyarankan untuk menggunakan benda-benda kecil seperti biji-bijian sebagai media latihan fokus dan kesabaran anak. Metode ini sangat sejalan dengan prinsip Montessori yang menekankan stimulasi indera dan aktivitas yang sederhana namun bermakna. Pada dasarnya, anak di usia dini memang sedang berada dalam masa eksplorasi dan belajar mengendalikan perhatian mereka. Oleh karena itu, ketidaksabaran dan mudah teralihkan menjadi hal yang wajar. Namun, orang tua dapat mengambil peran penting dengan menyediakan lingkungan yang mendukung perkembangan fokus anak. Misalnya, menciptakan zona bermain tanpa gangguan, mengatur waktu bermain yang terstruktur, dan melibatkan anak dalam kegiatan yang membutuhkan konsentrasi bertahap. Selain itu, penting juga untuk memahami bahwa setiap anak memiliki fase perkembangan yang unik. Sabar dan konsistensi orang tua dalam mengasuh dan membimbing anak akan memberikan dampak positif jangka panjang. Berkomunikasi dengan guru atau pengasuh juga membantu memperoleh insight terkait perkembangan anak. Terkait "Niat Montessori Berujung darah tinggi", ini sering dialami orang tua karena metode pembelajaran yang mengharuskan kesabaran ekstra saat membimbing anak. Cara terbaik adalah menyesuaikan metode Montessori dengan kemampuan serta minat anak agar proses belajar tidak menjadi beban bagi orang tua maupun anak. Bagi para orang tua yang mengalami hal serupa, tips praktis yang dapat dilakukan termasuk rutin meluangkan waktu untuk bermain bersama anak menggunakan permainan yang menantang fokus seperti menyusun puzzle, menyortir benda kecil, hingga membaca bersama. Semua aktivitas ini turut melatih otak anak mengenal pola, mengatur fokus, dan mengembangkan kesabaran. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan komunitas para ibu dan pengasuh lainnya agar dapat saling bertukar pengalaman dan strategi terbaik. Ketika anak mendapat perhatian penuh dan stimulasi yang tepat, kemampuan fokus dan sabarnya akan meningkat seiring perkembangan usia mereka.

tarik nafas ya kk, jangan lupa dibuang biar kendor kk😂