Tak ada yang abadi di dunia ini.
Hidup di dunia ini hanyalah sebuah tumpangan, tidak ada yang perlu di sombongkan.
Kapan saja kita bisa pergi untuk selamanya tanpa membawa apapun yang kita punya dalam dunia ini.
Jika kita merasa lelah, beristirahatlah.
Jika lapar, makanlah.
Jika bersedih, berusaha la melakukan hal yang bisa membuatmu bahagia kembali.
Jika kekurangan uang, berusaha la untuk mencari pekerjaan.
Dan jika kamu tetap merasa down, cari la tuhan, bercerita la apapun masalahmu kepada tuhan.
Karena hanya tuhan yang akan mendengarmu tanpa berkata apapun yang akan membuat mu lebih terpuruk.
tapi setelah kamu berdoa dan menceritakan semua nya kepada tuhan, maka kembali semangat dan temukan masa depan yang lebih baik lagi.
Dalam menjalani kehidupan yang sementara ini, sering kali kita menghadapi momen di mana segala hal terasa berat dan tidak pasti. Saya pernah merasakan betapa pentingnya untuk tidak terlalu membebani diri sendiri. Misalnya, ketika merasa lelah, saya belajar untuk benar-benar beristirahat tanpa merasa bersalah. Ini membantu pikiran menjadi lebih jernih. Selain itu, menjaga hubungan spiritual sangatlah membantu. Setelah saya berdoa dan mencurahkan isi hati kepada Tuhan, saya mendapatkan ketenangan yang tidak bisa didapatkan dari tempat lain. Saya juga menemukan bahwa membiarkan diri merasakan emosi seperti sedih justru membuat saya lebih memahami diri sendiri, dan perlahan merasa lebih bahagia setelahnya. Tak lupa, memenuhi kebutuhan dasar seperti makan ketika lapar dan mencari pekerjaan saat kekurangan uang menjadi cara saya untuk tetap bertahan dan maju. Pandangan Buddhis yang mengajarkan untuk tidak menyesali kebaikan yang telah kita berikan—meskipun kadang kita disakiti—juga menguatkan saya untuk terus berbuat baik tanpa beban penyesalan. Inilah kunci dari menjalani hidup yang sementara ini: menerima kenyataan tak ada yang abadi, dan memaksimalkan setiap momen dengan penuh kesadaran dan ketenangan.